Program sejenis makan bergizi gratis (MBG) meluas di skala global dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini terlihat dari laporan World Food Programme (WFP) yang bertajuk State of School Feeding Worldwide 2024.
(Baca: Apa MBG Membantu Mengurangi Belanja Makan Keluarga? Ini Surveinya)
Sejak 2020, WFP rutin menerbitkan laporan riset tentang program school meals di seluruh dunia.
School meals ini adalah program pemberian makanan untuk anak-anak di sekolah, sejenis dengan program MBG di Indonesia.
"Program makanan sekolah merupakan jaring pengaman yang efektif, membantu memastikan setiap anak memiliki akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan gizi," kata WFP dalam laporan School Meals Fighting Hunger Worldwide.
"Program makanan sekolah merupakan investasi yang baik untuk masa depan generasi mendatang, sekaligus elemen kunci dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk mengakhiri kelaparan pada tahun 2030," kata mereka.
(Baca: Survei: 35,9% Remaja RI Penerima MBG Pernah Dapat Makanan Basi)
Menurut data WFP, pada tahun 2020 sudah ada sekitar 388 juta anak di seluruh dunia yang menerima program makanan sekolah.
Kemudian penerima program sejenis meningkat jadi 418 juta anak pada 2022, dan bertambah lagi jadi 466 juta anak pada 2024.
"Pertumbuhan berkelanjutan selama empat tahun terakhir menggambarkan mobilisasi besar dalam peningkatan skala program makanan sekolah, serta prioritas pemerintah terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak," kata WFP dalam laporan State of School Feeding Worldwide 2024.
WFP juga menemukan, nilai investasi untuk program makanan sekolah secara global naik dari US$48 miliar pada 2022, menjadi US$84 miliar pada 2024.
"Di skala global, 99% pendanaan program makanan sekolah berasal dari anggaran nasional. Hal ini menegaskan bahwa program makanan sekolah di seluruh dunia dioperasikan dan didanai oleh pemerintah," kata WFP.
Sebagai catatan, penerima MBG di Indonesia belum masuk ke basis data ini, karena programnya baru berjalan mulai tahun 2025.
(Baca: Ada 59,86 Juta Penerima MBG Awal 2026, Mayoritas Siswa SD)