Pengeluaran Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kota Samarinda Bulan April Naik 0,12%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Pengeluaran listrik dan bahan bakar rumah tangga di Kota Samarinda pada April lalu mencapai 0,12%. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,21%. Di antara 10 kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah menyumbang 0,05% inflasi daerah ini.
(Baca: Harga Penyediaan Makanan dan Minuman / Restoran di Kabupaten Tulungagung Bulan April Naik 0,5%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah di Kota Samarinda berada di level 100,95 pada April 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 100,83.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah telah mencapai 0,88% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, pengeluaran di Kota Samarinda telah mengalami pertumbuhan 0,12% (year to date/ytd).
(Baca: Biaya Kesehatan di Kota Jayapura Bulan April Naik 0,45%)
Dibandingkan dengan 11 kelompok lainnya, inflasi kelompok ini berada di urutan enam.
Berikut ini inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah yang di ukur BPS per April di Kota Samarinda :
- Kelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,12%
- Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah 0,05%
- Kelompok pemeliharaan, perbaikan dan keamanan 0,01%
Dibandingkan dengan 129 kabupaten/kota lain, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,17% dengan IHK sebesar 102.28 dan terendah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul sebesar 0,44% dengan IHK sebesar 101.98. Sementara untuk Kota Samarinda ini menempati urutan 78.
Berikut ini 10 kabupaten/kota dengan inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi pada April 2026:
- Kabupaten Kerinci 4,61%
- Kota Sorong 2,84%
- Luwuk 2,76%
- Kabupaten Sorong 2,13%
- Kota Bau Bau 1,56%
- Kota Banda Aceh 1,5%
- Kabupaten Maluku Tengah 1,47%
- Kota Padang Sidimpuan 1,45%
- Kota Kupang 1,42%
- Kabupaten Kota Baru 1,4%