Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Sawahlunto/sijunjung, pada 2024 mencapai Rp12,49 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,89% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp11,68 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,14%.
(Baca: Harga Bawang Putih Ukuran sedang di Pasar Modern Periode Maret 2025-2026)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 245,94 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp50.609 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 257.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp3,47 jutajuta. PDRB ini tumbuh 2,71%.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kabupaten Sawahlunto/sijunjung ini adalah sektor konstruksi tumbuh 4,39% menjadi Rp1,84 jutajuta, PDRB sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang kali ini tumbuh 5,22% menjadi Rp1,56 jutajuta.
(Baca: 10 Provinsi dengan Harga Bawang Putih Paling Mahal (Jumat, 13 Maret 2026))
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan PDRB Rp891,34 ribujuta. Sektor ini tercatat tumbuh 4,68% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp864,03 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Sawahlunto/sijunjung pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Sawahlunto/sijunjung ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 27,04%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor transportasi dan pergudangan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Real Estate,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Jasa Perusahaan.