Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Musi Banyuasin, pada 2024 mencapai Rp92,67 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,94% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp85,67 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,42%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Rokan Hilir Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 720,54 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp142,14 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 47.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertambangan dan penggalian menjadi unggulan.
Sektor pertambangan dan penggalian di Kabupaten Musi Banyuasin pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp46,14 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 2,81% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp43,83 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 4,58% menjadi Rp11,21 jutajuta, sektor industri pengolahan dengan PDRB Rp11,05 jutajuta (3,16%).
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kab. Musi Rawas 2024)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Musi Banyuasin, untuk urutan lima besar adalah perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan nilai Rp5,47 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 9,81% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp4,83 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Musi Banyuasin pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Musi Banyuasin ini adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi mencapai 55,24%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Transportasi dan Pergudangan,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.