Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Belitung, pada 2024 mencapai Rp14,15 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 1,84% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp13,5 juta .
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Periode 2013-2025)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 191,25 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp73.933 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 130.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Belitung merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp3,83 jutajuta. PDRB ini tumbuh 3,78% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp3,59 jutajuta.
Kemudian sektor industri pengolahan pertumbuhan negatif -2,45% menjadi Rp1,79 jutajuta, sektor konstruksi pertumbuhan negatif -2,11% menjadi Rp1,66 jutajuta.
(Baca: Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerk 2 (Per Kg) di Pasar Tradisional di Kalimantan Barat | 2026)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Belitung, untuk urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan nilai Rp1,15 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh -0,78% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp1,12 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Belitung pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Belitung ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 26,05%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor transportasi dan pergudangan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.