Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat semester 2025 sebesar 4,61 persen. Angka ini turun sedikit 0,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total penduduk miskin sebanyak 22.930 jiwa atau berkurang 90 jiwa dari periode 2024. Secara nasional wilayah ini menempati peringkat 445 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Pontianak | 2004 - 2025)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2004 sebesar 10,93 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2012 yaitu 4,40 persen. Selama 21 tahun pengamatan terjadi pergerakan angka naik turun, dengan penurunan terbesar terjadi tahun 2007 sebesar 24,45 persen dan kenaikan tertinggi tahun 2006 sebesar 7,22 persen.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir tercatat 4,69 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 4,63 persen. Angka tahun 2025 berada sedikit dibawah rata-rata kedua periode tersebut. Peringkat nasional wilayah ini terus bergeser, dari posisi 296 pada tahun 2004 hingga saat ini berada di urutan 445 seluruh Indonesia.
Kabupaten Bengkayang
Berada di peringkat 394 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 5,83 persen dengan penurunan sebesar 2,83 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan disini ditetapkan sebesar 454,77 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 43,29 juta rupiah per tahun yang tumbuh 7,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total penduduk miskin tercatat 16.090 jiwa.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Luwu Timur pada 2025)
Kota Pontianak
Dengan peringkat 473 secara nasional, persentase kemiskinan disini tercatat 4,00 persen atau turun 4,76 persen pada tahun terakhir. Wilayah ini memiliki garis kemiskinan tertinggi di kelompok yaitu 729,17 ribu rupiah per kapita per bulan, sekaligus mencatatkan pendapatan per kapita tertinggi sebesar 80,80 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,13 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 27.500 jiwa.
Kabupaten Sambas
Peringkat 358 nasional menjadi urutan terendah pada kelompok wilayah perbandingan, dengan persentase kemiskinan sebesar 6,37 persen yang turun 2,45 persen. Garis kemiskinan berada di angka 542,37 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 46,82 juta rupiah per tahun yang tumbuh 7,34 persen. Total penduduk miskin di wilayah ini merupakan yang terbanyak yaitu 35.070 jiwa.