Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Luwu Timur, pada 2025 mencapai Rp31,65 triliun. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp30,4 triliun.
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2022 pasca covid tercatat mencapai 1,99%.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Jombang pada 2025)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 316 ribu jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp99.873 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 91.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertambangan dan penggalian menjadi unggulan.
Sektor pertambangan dan penggalian di Kabupaten Luwu Timur merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2025 lalu dengan nilai mencapai Rp13,29 jutajuta. PDRB ini tumbuh 3,06% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp13,37 jutajuta.
Selanjutnya di posisi kedua adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 5,53% menjadi Rp8,61 jutajuta, PDRB sektor konstruksi yang kali ini diurutan ketiga tumbuh 2,95% menjadi Rp3,55 jutajuta.
Terakhir, PDRB di Kabupaten Luwu Timur, untuk urutan lima besar adalah industri pengolahan dengan nilai Rp1,09 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 5,61% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp1,02 jutajuta.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Ponorogo pada 2025)
Distribusi PDRB di Kabupaten Luwu Timur pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Luwu Timur ini adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi mencapai 51,27%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor industri pengolahan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.