Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Jombang, pada 2025 mencapai Rp58,19 triliun. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,34% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp53,9 triliun.
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Poso pada 2025)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 1,37 juta jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp42.359 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 334.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor. Pada 2025 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp13,56 jutajuta. Nominal ini tumbuh 4,24%.
Di urutan kedua adalah sektor industri pengolahan tumbuh 5,92% menjadi Rp13,07 jutajuta kemudian diurutan berikutnya diikuti oleh PDRB sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang kali ini tumbuh 6,45% menjadi Rp10,37 jutajuta.
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan PDRB Rp3,7 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 6,13% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp3,46 jutajuta.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Tanggerang pada 2025)
Distribusi PDRB di Kabupaten Jombang pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Jombang ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 23,99%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor konstruksi, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.