Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Tanggerang, pada 2025 mencapai Rp199,84 triliun. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,67% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp186,1 triliun.
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2022 pasca covid tercatat mencapai 5,47%.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Maluku 2018 - 2025)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 3,37 juta jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp58.175 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 226.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor industri pengolahan menjadi unggulan.
Sektor industri pengolahan di Kabupaten Tanggerang pada 2025 mencatatkan nilai sebesar Rp67,33 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 5,37% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp62,79 jutajuta.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kabupaten Tanggerang ini adalah sektor konstruksi tumbuh 5,92% menjadi Rp32,97 jutajuta, PDRB sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang kali ini tumbuh 5% menjadi Rp22,43 jutajuta.
Terakhir, PDRB di Kabupaten Tanggerang, untuk urutan lima besar adalah pertanian, kehutanan dan perikanan dengan nilai Rp13,28 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 11,61% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp11,46 jutajuta.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kota Salatiga 2024)
Distribusi PDRB di Kabupaten Tanggerang pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Tanggerang ini adalah sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 35,25%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor real estate, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pertambangan dan Penggalian.