Gunung Semeru Erupsi pada Kamis Siang, Tingkat Aktivitas di Level Siaga
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Kamis (29/1/2026) pukul 14.45 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Semeru sudah erupsi 18 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai None meter di atas puncak (None meter di atas permukaan laut).
Visual letusan tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 109 detik.
(Baca: Banjir dan Longsor Sumbar Renggut 200 Nyawa, Ini Sebarannya (4 Desember 2025))
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Semeru di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 29 Januari 2026 pukul 06.00-12.00 WIB menunjukkan terjadi 17 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 milimeter dan lama gempa 61-115 detik. Kemudian, 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-5 milimeter dan lama gempa 39-60 detik.
PVMBG menghimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 386 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi dengan 200 kali letusan.
(Baca: Banjir dan Cuaca Ekstrem, Bencana Terbanyak di Indonesia pada 2025)