Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 13,53 persen, turun 0,98 poin dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 173.790 jiwa, berkurang 11.240 jiwa dalam satu tahun terakhir.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Argentina 2015 - 2024)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai angka tertinggi 27,74 persen pada tahun 2006. Angka terendah sepanjang catatan historis tercatat pada tahun 2025 ini. Peningkatan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 2,7 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada 2011 sebesar 8,86 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Lombok Timur secara nasional berada di urutan 108 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dalam 21 tahun terakhir, peringkat nasional wilayah ini pernah berada di urutan terbaik 49 dan terburuk 119. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir tercatat 14,56 persen, lebih rendah 0,94 poin dibanding rata-rata 5 tahun terakhir.
Kabupaten Bima
Berada di urutan 134 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 12,59 persen pada tahun 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat 66.810 jiwa dengan penurunan sebesar 8,38 persen dalam setahun terakhir. Garis kemiskinan berada di angka 465,48 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 28,32 juta rupiah per tahun.
(Baca: Persentase Penduduk Perempuan di yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Periode 2013-2024)
Kabupaten Lombok Barat
Peringkat 150 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,90 persen dengan penurunan 5,93 persen dalam satu tahun. Terdapat 92.120 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin pada periode ini. Garis kemiskinan wilayah ini berada di 594,14 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 26,51 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lombok Utara
Merupakan wilayah dengan persentase kemiskinan tertinggi di kelompok perbandingan, tercatat 20,74 persen dan berada di peringkat 49 nasional. Jumlah penduduk miskin berjumlah 49.280 jiwa, mengalami penurunan 12,67 persen secara tahunan. Garis kemiskinan tercatat 611,13 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat 24,03 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sumbawa
Berada di peringkat 153 secara nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 11,79 persen atau menjadi yang terendah di kelompok perbandingan. Jumlah penduduk miskin tercatat 58.230 jiwa dengan penurunan tahunan sebesar 7,57 persen. Garis kemiskinan berada di 492,99 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 36,33 juta rupiah per tahun.