Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kota Tomohon pada tahun 2024 sebesar 5,38%, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,6%. Jumlah penduduk miskin juga berkurang menjadi 6.070 jiwa dari 103.213 jiwa total penduduk, dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 6.240 jiwa. Penurunan ini mencerminkan pertumbuhan negatif turun 3,93% dalam angka kemiskinan.
Perkembangan kemiskinan di Kota Tomohon menunjukkan posisi yang cukup baik di tingkat regional. Dengan persentase 5,38%, Tomohon berada di peringkat ke-75 di Pulau Sulawesi dan peringkat ke-427 di Indonesia. Dibandingkan daerah lain di Sulawesi Utara, angka kemiskinan Tomohon menunjukkan dinamika tersendiri dengan pertumbuhan yang lebih baik dari beberapa wilayah lain.
(Baca: 4,4% Penduduk di Kabupaten Sidoarjo Masuk Kategori Miskin)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Tomohon selama periode 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006, mencapai 8,76%, sementara angka terendah tercatat pada tahun 2022 sebesar 5,26%. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2005 dengan -14,61%, sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2006 dengan 36,24%. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), angka kemiskinan saat ini sedikit lebih tinggi, namun lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024).
Jika dibandingkan dengan daerah di sekitarnya, Kota Tomohon memiliki persentase kemiskinan yang kompetitif. Kota Bitung memiliki persentase 6,27%, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 5,87%, Kota Kotamobagu 5,12%, dan Kota Manado 5,43%. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Tomohon mampu menjaga angka kemiskinan relatif stabil di antara wilayah-wilayah tersebut, meskipun terdapat perbedaan karakteristik ekonomi dan demografi.
Kota Bitung
Kota Bitung menempati urutan ke-391 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan, yaitu sebesar 6,27%. Jumlah penduduk miskin di kota ini mencapai 14.500 jiwa dari total 214.724 jiwa, dengan penurunan turun 3,33%. Garis kemiskinan di Bitung adalah Rp 518.405,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di kota ini mencapai Rp 105,34 juta per tahun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,99%. Pertumbuhan ekonomi yang positif belum sepenuhnya mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan di kota ini.
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur memiliki persentase kemiskinan 5,87% dan berada di urutan ke-405 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin tercatat 4.410 jiwa dari total populasi 91.051 jiwa, naik tipis 2,08%. Garis kemiskinan di kabupaten ini sebesar Rp 433.873,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Bolaang Mongondow Timur sebesar Rp 45,22 juta per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita sebesar 8,26% sejalan dengan upaya penanggulangan kemiskinan di daerah ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Banjarmasin Periode 2004 - 2024)
Kota Kotamobagu
Kota Kotamobagu memiliki persentase kemiskinan terendah di antara wilayah sekitarnya, yaitu 5,12%, menempatkannya di urutan ke-437 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 7.050 jiwa dari 121.189 jiwa, tumbuh 3,37%. Garis kemiskinan di Kota Kotamobagu adalah Rp 452.245,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di kota ini mencapai Rp 40,40 juta per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita yang cukup tinggi, yaitu 7,52%, berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan di Kotamobagu.
Kota Manado
Dengan persentase kemiskinan 5,43%, Kota Manado menduduki peringkat ke-424 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kota ini cukup besar, mencapai 23.590 jiwa dari total 464.808 jiwa. Garis kemiskinan di Manado adalah yang tertinggi di antara wilayah sekitarnya, yaitu Rp 540.888,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di kota ini juga paling tinggi, mencapai Rp 115,14 juta per tahun. Pertumbuhan ekonomi yang baik di Manado, tercermin dari pertumbuhan pendapatan per kapita sebesar 8,75%, mampu menekan angka kemiskinan meskipun jumlah penduduk miskinnya relatif besar.