Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kota Banjarmasin pada tahun 2024 sebesar 4,58%, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,63%. Dengan jumlah penduduk 679.637 jiwa, terdapat 33.380 orang yang tergolong miskin.
Secara historis, persentase kemiskinan di Kota Banjarmasin fluktuatif selama periode 2004-2024. Angka terendah tercatat pada tahun 2005 sebesar 2,92%, sementara angka tertinggi terjadi pada tahun 2008 dengan 4,77%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2007, yaitu -9,66%, sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2008, mencapai 64,48%. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan saat ini lebih rendah. Namun, jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024), persentase kemiskinan saat ini sedikit lebih tinggi. Secara nasional, Kota Banjarmasin berada pada urutan ke-455 dalam hal persentase kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas Utara | 2015 - 2024)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kota Banjarmasin menunjukkan karakteristik yang berbeda. Beberapa wilayah tersebut antara lain Kota Banjar Baru, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Kota Baru, Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Balangan. Perbandingan ini memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai kondisi kemiskinan di wilayah Kalimantan Selatan.
Kota Banjar Baru
Kota Banjar Baru mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 3,79% dan berada di peringkat ke-488 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 11.070 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini tercatat sebesar Rp 781.405 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai Rp 53,08 juta per tahun. Pertumbuhan ekonomi di Kota Banjar Baru juga cukup tinggi, mencapai 2,95% untuk jumlah penduduk.
Kabupaten Barito Kuala
Kabupaten Barito Kuala memiliki persentase kemiskinan 4,36%, menempatkannya pada peringkat 467 di Indonesia. Terdapat 14.040 penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 437.579 per kapita per bulan. Sementara itu, pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp 34,29 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 1,41% memberikan gambaran mengenai perkembangan wilayah ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sumedang Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Hulu Sungai Utara
Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki tingkat kemiskinan 5,75% dan menduduki peringkat 410 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini adalah 13.930 jiwa. Garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 597.894 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 27,88 juta per tahun. Dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,03%, kabupaten ini terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Kabupaten Kota Baru
Kabupaten Kota Baru mencatat persentase kemiskinan sebesar 4,45% dan berada di peringkat 463 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 15.980 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini tercatat Rp 592.230 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduk sebesar Rp 108,02 juta per tahun. Pertumbuhan ekonomi di kabupaten ini sebesar 1,05%.
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong memiliki persentase kemiskinan sebesar 5,64% dan menduduki peringkat 419 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini adalah 14.970 jiwa. Garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 637.132 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 122,31 juta per tahun. Dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,59%, kabupaten ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Kabupaten Balangan
Kabupaten Balangan memiliki persentase kemiskinan 4,87% dan berada di peringkat 446 di Indonesia. Terdapat 6.680 penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 528.104 per kapita per bulan. Sementara itu, pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp 157,57 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 2,04% memberikan indikasi pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di wilayah ini.