Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Mamuju Utara Turun 3,84% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat mencapai 3,84% pada 2025.
Angka tersebut turun 1,13% dari tahun sebelumnya sebesar 4,97%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,51%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Mamuju Utara lebih rendah dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Mamuju Utara yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 3,84% dari total penduduk.
Dibanding 5 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Barat, PoU di Kabupaten Mamuju Utara ada di urutan pertama. Wilayah dengan PoU tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Mamuju (9,79%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Barat pada 2025.
- Kabupaten Mamuju Utara: 3,84%
- Kabupaten Polewali Mandar: 5,23%
- Kabupaten Majene: 6,09%
- Kabupaten Mamuju Tengah: 6,53%
- Kabupaten Mamasa: 8,03%
- Kabupaten Mamuju: 9,79%
(Baca: Penduduk Miskin di Indonesia Berkurang pada September 2025)