Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Bengkulu Utara pada 2024 sebesar 10,96%, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 11,29%. Dengan jumlah penduduk 307.507 jiwa, terdapat 34.520 penduduk miskin di kabupaten ini.
Pada 2024, pertumbuhan persentase kemiskinan mengalami penurunan sebesar 2,92%. Dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara menempati urutan dengan persentase kemiskinan yang berdekatan. Penurunan ini kontras dengan beberapa kabupaten lain yang justru mengalami kenaikan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Paniai Periode 2004 - 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Bengkulu Utara selama periode 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2004 sebesar 23,91%, sedangkan terendah pada 2024 yaitu 10,96%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2008 dengan penurunan 27,75%, dan pertumbuhan terendah pada 2017 dengan penurunan 4,10%. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 11,24% dan 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 11,20%, angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Secara nasional, Kabupaten Bengkulu Utara berada di peringkat 203 dalam hal persentase kemiskinan.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Bengkulu yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Bengkulu Utara menunjukkan hasil yang bervariasi. Kabupaten Rejang Lebong memiliki persentase kemiskinan tertinggi di antara yang lain, sementara Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki persentase kemiskinan terendah. Kota Bengkulu memiliki jumlah penduduk miskin terbesar.
Kabupaten Bengkulu Tengah
Dengan persentase kemiskinan 10,14%, kabupaten ini menduduki peringkat 237 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 11.980 jiwa dari total populasi 125.263 jiwa. Garis kemiskinan di Kabupaten Bengkulu Tengah adalah Rp 582.468,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 55,28 juta per tahun, meningkat 0,48%. Pertumbuhan penduduknya 2,51%, sedikit lebih tinggi dari beberapa kabupaten tetangga, menunjukkan potensi peningkatan ekonomi jika dikelola dengan baik. Angka pertumbuhan kemiskinan mencapai 7,87%, ini menandakan bahwa program penanggulangan kemiskinan harus lebih ditingkatkan.
Kota Bengkulu
Kota Bengkulu menempati urutan ke-130 secara nasional dengan persentase kemiskinan 13,76%. Meskipun memiliki populasi yang signifikan yaitu 394.192 jiwa, jumlah penduduk miskin mencapai 52.960 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini cukup tinggi, yaitu Rp 820.354,00 per kapita per bulan, mencerminkan biaya hidup yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Pendapatan per kapita mencapai Rp 83,43 juta per tahun, menjadikannya yang tertinggi di antara kabupaten tetangga, meskipun pertumbuhan kemiskinan menunjukkan penurunan 6,46%. Jumlah penduduk miskin sangat besar dibandingkan wilayah lain di Bengkulu, namun jumlah penduduk miskinnya sangat besar.
(Baca: 35,09% Penduduk di Kabupaten Mamberamo Raya Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Kepahiang
Persentase kemiskinan di Kabupaten Kepahiang adalah 12,90%, menempatkannya pada peringkat 146 secara nasional. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 18.730 jiwa dari total populasi 155.520 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini relatif rendah, yaitu Rp 488.445,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita adalah Rp 40,07 juta per tahun dengan pertumbuhan yang kuat sebesar 10,36%. Pertumbuhan persentase penduduk miskin mengalami penurunan cukup dalam turun 8,64%. Jumlah penduduk yang miskin termasuk yang paling kecil dibandingkan wilayah lain, menandakan bahwa wilayah ini mampu menekan angka kemiskinan.
Kabupaten Lebong
Kabupaten Lebong memiliki persentase kemiskinan 10,45% dan berada di peringkat 226 secara nasional. Jumlah penduduk miskin adalah 12.510 jiwa dari total populasi 114.774 jiwa. Garis kemiskinan tercatat Rp 532.432,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 40,99 juta per tahun dengan pertumbuhan sebesar 8,76%. Pertumbuhan penduduk 1,59% lebih rendah dari Bengkulu Tengah. Angka kemiskinan di kabupaten ini menurun 6,28%. Jumlah penduduk miskin termasuk yang paling sedikit dibandingkan wilayah lain di Bengkulu.
Kabupaten Mukomuko
Dengan persentase kemiskinan 10,76%, Kabupaten Mukomuko menduduki peringkat 212 secara nasional. Terdapat 20.880 penduduk miskin dari total populasi 203.525 jiwa. Garis kemiskinan adalah Rp 566.069,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 37,51 juta per tahun, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 9,67%. Pertumbuhan penduduknya sebesar 2,6%. Namun angka kemiskinan justru stagnan atau tidak mengalami perubahan.
Kabupaten Rejang Lebong
Kabupaten Rejang Lebong memiliki persentase kemiskinan tertinggi di antara kabupaten lain yang dibandingkan, yaitu 14,65%, menempatkannya pada peringkat 104 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 41.160 jiwa dari total populasi 287.248 jiwa. Garis kemiskinan adalah Rp 595.125,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 45,24 juta per tahun. Pertumbuhan penduduknya 1,29%. Angka kemiskinan di kabupaten ini menunjukkan penurunan tipis 0,95%.