Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Mojokerto periode semester 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 5,05 persen, turun sebesar 0,52 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk miskin saat ini berjumlah 6.770 jiwa, turun 660 jiwa atau 8,88 persen dibandingkan tahun 2024.
(Baca: Jumlah Mobil Penumpang di Sumatera Utara | 2026)
Selama periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencatat nilai tertinggi 10,76 persen pada tahun 2004. Nilai terendah tercapai pada tahun 2025. Pada tahun 2020 dan 2021 terjadi kenaikan angka kemiskinan secara berturut, sebelum kembali turun secara konsisten hingga tahun ini.
Secara nasional, Kota Mojokerto berada di peringkat 423 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Sepanjang 21 tahun data, peringkat nasional wilayah ini terus bergeser turun dari posisi 299 pada tahun 2004, menunjukkan penurunan angka kemiskinan yang lebih lambat dibandingkan sebagian besar wilayah lain di Indonesia.
Dari wilayah tetangga dengan persentase kemiskinan berdekatan di Jawa Timur, seluruh wilayah juga mencatat penurunan angka kemiskinan pada tahun terakhir. Penurunan terbesar terjadi pada Kota Madiun sebesar 11,19 persen, sedangkan penurunan terkecil tercatat pada Kota Malang hanya sebesar 1,53 persen.
Kota Kediri
Berada di peringkat 380 nasional, persentase penduduk miskin tercatat 6,04 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 17.930 jiwa dengan penurunan 6,81 persen tahun terakhir. Garis kemiskinan berada di angka 648,51 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 581,56 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 2,78 persen.
Kota Madiun
Menduduki peringkat 478 secara nasional, mencatat persentase kemiskinan 3,89 persen. Jumlah penduduk miskin berjumlah 6.960 jiwa dengan penurunan 11,22 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan mencapai 666,07 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 98,08 juta rupiah per tahun yang tumbuh sebesar 6,09 persen tahun lalu.
(Baca: 6,13% Penduduk di Kabupaten Banyuwangi Masuk Kategori Miskin)
Kota Malang
Peringkat 479 seluruh Indonesia, memiliki persentase kemiskinan 3,85 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 34.410 jiwa dengan penurunan hanya sedikit yaitu 1,23 persen tahun lalu. Garis kemiskinan menjadi yang tertinggi di kelompok ini yaitu 737,95 ribu rupiah per kapita per bulan, disertai pendapatan per kapita 122,92 juta rupiah per tahun.
Kota Probolinggo
Berada di urutan 401 nasional, mencatat persentase kemiskinan 5,69 persen. Total penduduk miskin mencapai 14.110 jiwa dengan penurunan 7,41 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 683,24 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita wilayah ini mencapai 65,48 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sidoarjo
Menduduki peringkat 456 secara nasional, persentase penduduk miskin tercatat 4,40 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 107.570 jiwa dengan penurunan 1,66 persen tahun lalu. Garis kemiskinan berada di 617,91 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 145,53 juta rupiah per tahun yang tumbuh 6,44 persen.
Kabupaten Tulungagung
Peringkat 386 seluruh Indonesia, memiliki persentase kemiskinan 5,96 persen. Jumlah penduduk miskin berjumlah 63.170 jiwa dengan penurunan 4,89 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan menjadi yang terendah di kelompok ini yaitu 463,36 ribu rupiah per kapita per bulan, disertai pendapatan per kapita 49,49 juta rupiah per tahun.