Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 25,34 persen, turun 1,65 poin dibanding tahun sebelumnya dengan pertumbuhan minus 6,11 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 18.480 jiwa, berkurang 850 jiwa dari periode 2024.
(Baca: Jumlah Rumah Ibadah VIhara Tertinggi Ada di Kalimantan Barat dengan 1.424 Unit)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Angka tertinggi tercatat pada tahun 2009 sebesar 51,91 persen, sedangkan angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Posisi rank persentase kemiskinan se-Indonesia saat ini berada di urutan 33 dari total 514 kabupaten kota.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir wilayah ini adalah 27,19 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 28,82 persen. Hal menunjukkan penurunan angka kemiskinan terjadi secara konsisten dalam setengah dekade terakhir. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar terjadi pada 2009 sebesar 123,27 persen, sedangkan penurunan terbesar pada 2008 sebesar minus 33,99 persen.
Kabupaten Fak Fak
Berada pada urutan 54 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 19,86 persen dengan penurunan sebesar 4,79 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 17.040 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 754,62 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 71,79 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 2,58 persen.
Kabupaten Kaimana
Persentase kemiskinan tercatat 13,83 persen dan menempati urutan 100 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan penurunan angka kemiskinan sebesar 4,02 persen, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 9.900 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 710,59 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 47,25 juta rupiah per tahun.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Kupang 2025: Kenaikan Jadi Rp1,04 Juta per Bulan)
Kabupaten Manokwari
Menempati urutan 61 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 17,38 persen dengan penurunan sebesar 5,80 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 31.720 jiwa, menjadi jumlah terbanyak dibanding seluruh kabupaten tetangga yang dibandingkan. Garis kemiskinan sebesar 849,55 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 57,89 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Manokwari Selatan
Persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 26,52 persen dan menempati urutan 27 secara nasional. Hanya mencatatkan penurunan sedikit angka kemiskinan sebesar 1,16 persen, jumlah penduduk miskin tercatat 7.750 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan 771,16 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 26,94 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pegunungan Arfak
Menempati urutan 12 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 30,88 persen. Penurunan angka kemiskinan sebesar 2,77 persen tercatat pada tahun terakhir, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 11.860 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 785,15 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita hanya mencapai 9,12 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Teluk Wondama
Persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 27,57 persen dan menempati urutan 24 secara nasional. Penurunan angka kemiskinan sebesar 3,16 persen tercatat pada periode terakhir, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 10.160 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 766,19 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 41,28 juta rupiah per tahun.