Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kota Singkawang Kalimantan Barat tahun 2025. Persentase penduduk miskin berada di angka 4,28 persen, turun sebesar 0,25 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 10.360 jiwa, turun 460 jiwa dengan pertumbuhan minus 4,25 persen secara tahunan.
(Baca: Tingkat Pengangguran Terbuka Banten Tertinggi pada 2023)
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 10,33 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi tahun 2006 minus 19,46 persen, dan pertumbuhan tertinggi tahun 2012 sebesar 22,41 persen. Rank nasional wilayah ini saat ini berada di urutan 465 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir tercatat 4,50 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 4,66 persen. Nilai tahun 2025 ini lebih rendah dari kedua rata-rata tersebut. Selama 21 tahun data tercatat, peringkat nasional Kota Singkawang terus bergeser turun dari urutan 321 pada tahun 2004 menjadi urutan 465 tahun ini.
Kabupaten Kubu Raya
Berada di urutan 474 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 3,99 persen dengan pertumbuhan turun sedikit 2,21 persen tahunan. Jumlah penduduk miskin tercatat 24.400 jiwa, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 68,00 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 539,66 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan garis kemiskinan sebesar 5,44 persen tahun ini.
Kabupaten Mempawah
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Tengah 2025)
Peringkat 450 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 4,49 persen dan pertumbuhan turun sebesar 7,04 persen tahunan. Terdapat 12.380 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin. Pendapatan per kapita wilayah ini sebesar 43,16 juta rupiah per tahun, sementara garis kemiskinan berada di angka 494,53 ribu rupiah per kapita setiap bulannya.
Kota Pontianak
Memiliki peringkat 473 secara nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai tercatat 4,00 persen, turun 4,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 27.500 jiwa, menjadi yang terbanyak dibandingkan seluruh wilayah perbandingan. Pendapatan per kapita masyarakat 80,80 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 729,17 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Sanggau
Berada di urutan 445 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, tercatat angka 4,61 persen dengan penurunan sedikit 1,28 persen secara tahunan. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 22.930 jiwa. Pendapatan per kapita tercatat 56,96 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan ditetapkan sebesar 460,25 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Sekadau
Peringkat 403 secara nasional untuk persentase kemiskinan, mencatatkan angka 5,61 persen dengan penurunan 0,88 persen dari tahun sebelumnya. Terdapat 11.640 jiwa penduduk kategori miskin di wilayah ini. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 45,65 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 437,85 ribu rupiah per kapita per bulan.