Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Tarakan Turun 1,02% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 11/05/2026 08:45 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara sebesar 13,03% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,02% dari tahun sebelumnya sebesar 14,05%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,25%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Tarakan lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Tarakan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 13,03% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 4 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Utara, PoU di Kota Tarakan ada di urutan ke-2. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Bulungan (12,2%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Nunukan (17,84%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara pada 2025.

  1. Kabupaten Bulungan: 12,2%
  2. Kota Tarakan: 13,03%
  3. Kabupaten Tana Tidung: 13,58%
  4. Kabupaten Malinau: 13,95%
  5. Kabupaten Nunukan: 17,84%

(Baca: Indonesia Negara ke-7 dengan Populasi Terbanyak yang Tak Terhubung Internet )

Data Populer

Loading...