Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Persentase Penduduk Miskin sedikit turun menjadi 25,69 persen, dari 25,89 persen tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -0,77 persen. Jumlah Penduduk Miskin sedikit naik menjadi 26.090 orang, sedangkan Jumlah Penduduk mencapai 115.648 jiwa dengan pertumbuhan 1,08 persen. Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-33, dan di pulau Papua ke-26.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Labuhan Batu | 2024)
Data historis kemiskinan periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2006 (44,52 persen) dan terendah di 2024 (25,69 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 25,91 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 26,02 persen; nilai 2024 sedikit di bawah kedua rata-rata. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di 2006 (4,46 persen) dan terendah di 2008 (-14,31 persen). Rank seindonesia berfluktuasi dari ke-14 di 2004 ke-33 di 2024, dengan pergeseran signifikan di 2010 ke-34.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Papua, persentase kemiskinan Kepulauan Yapen (25,69 persen) berada di antara Kabupaten Biak Numfor (23,46 persen) dan Kabupaten Waropen (29,85 persen). Jumlah Penduduk Miskin 26.090 orang lebih banyak dari Keerom (9.520 orang) tapi lebih sedikit dari Biak Numfor (35.940 orang). Tidak ada data garis kemiskinan dan pendapatan per kapita untuk Yapen, tapi tetangganya memiliki garis kemiskinan antara 587,78 hingga 861,15 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Biak Numfor
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-41, dengan nilai 23,46 persen yang sedikit turun dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -0,3 persen. Jumlah Penduduk Miskin mencapai 35.940 orang dengan pertumbuhan 0,67 persen, lebih banyak daripada Kabupaten Kepulauan Yapen. Jumlah Penduduk 149.476 jiwa naik 1,41 persen, rank seindonesia ke-401. Garis kemiskinan 677,66 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 46,47 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 3,12 persen. Kondisi ini menunjukkan meskipun jumlah penduduk lebih besar, proporsi kemiskinan lebih rendah sehingga jumlah miskin lebih banyak tapi proporsinya lebih kecil.
Kabupaten Keerom
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-87, dengan nilai 15,84 persen yang sedikit naik dengan pertumbuhan 1,02 persen. Jumlah Penduduk Miskin 9.520 orang dengan pertumbuhan 2,15 persen, jauh lebih sedikit daripada Kabupaten Kepulauan Yapen. Jumlah Penduduk 70.823 jiwa naik 6,66 persen, rank seindonesia ke-488. Garis kemiskinan 832,77 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 56,37 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,68 persen. Meskipun jumlah penduduk lebih kecil, proporsi kemiskinan yang rendah membuat jumlah miskin jauh lebih sedikit dibandingkan Yapen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Aceh Timur Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Mamberamo Raya
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-15, dengan nilai 30,29 persen yang sedikit naik dengan pertumbuhan 2,23 persen. Jumlah Penduduk Miskin 7.890 orang dengan pertumbuhan 4,37 persen, lebih sedikit daripada Kabupaten Kepulauan Yapen. Jumlah Penduduk 40.449 jiwa naik 3,5 persen, rank seindonesia ke-507. Garis kemiskinan 861,15 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 58,53 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,5 persen. Proporsi kemiskinan yang tinggi tapi jumlah penduduk kecil membuat jumlah miskin lebih sedikit dibandingkan Yapen.
Kabupaten Sarmi
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-120, dengan nilai 14,05 persen yang sedikit naik dengan pertumbuhan 7,71 persen. Jumlah Penduduk Miskin 5.870 orang dengan pertumbuhan 7,71 persen, jauh lebih sedikit daripada Kabupaten Kepulauan Yapen. Jumlah Penduduk 44.200 jiwa naik 4,44 persen, rank seindonesia ke-503. Garis kemiskinan 653,44 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 88,76 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,34 persen. Pendapatan per kapita yang tinggi membuat proporsi kemiskinan menjadi rendah meskipun jumlah penduduk tidak terlalu kecil.
Kabupaten Supiori
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-3, dengan nilai 37,72 persen yang sedikit naik dengan pertumbuhan 3,9 persen. Jumlah Penduduk Miskin 8.250 orang dengan pertumbuhan 3,9 persen, lebih sedikit daripada Kabupaten Kepulauan Yapen. Jumlah Penduduk 27.159 jiwa naik 7,02 persen, rank seindonesia ke-514. Garis kemiskinan 587,78 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 50,79 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 4,08 persen. Proporsi kemiskinan tertinggi di antara tetangga Yapen, tapi jumlah penduduk paling kecil membuat jumlah miskin lebih sedikit.
Kabupaten Waropen
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-19, dengan nilai 29,85 persen yang sedikit naik dengan pertumbuhan 4,46 persen. Jumlah Penduduk Miskin 10.300 orang dengan pertumbuhan 4,46 persen, lebih sedikit daripada Kabupaten Kepulauan Yapen. Jumlah Penduduk 38.189 jiwa naik 2,42 persen, rank seindonesia ke-510. Pendapatan per kapita 68,45 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 4,36 persen. Proporsi kemiskinan yang lebih tinggi dari Yapen tapi jumlah penduduk lebih kecil membuat jumlah miskin lebih sedikit dibandingkan Yapen.