Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan 2024 untuk Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Persentase penduduk miskin turun sedikit dari 27,8% (2023) menjadi 26,83% (2024), dengan pertumbuhan turun 3,49%. Jumlah penduduk miskin turun sedikit 50 orang menjadi 7.640 orang, dari total penduduk yang naik sedikit 631 orang menjadi 38.305 orang. Rank se-Indonesia ke-28, dan ke-23 di pulau Papua.
Data historis 2015-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2015 (34,33%) dan terendah di 2024 (26,83%). Pertumbuhan terendah di 2018 (-9,26%) dan tertinggi di 2021 (1,45%). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 27,73%, rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 28,27%, sehingga nilai 2024 lebih rendah dari kedua rata-rata. Rank se-Indonesia stabil di 19 pada 2015-2017, lalu bergeser ke 20 (2018), 25 (2019-2022), 27 (2023), dan 28 (2024).
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan untuk Non Makanan di Perdesaan Kalimantan Timur Tertinggi pada 2023)
Dibandingkan kabupaten lain di Papua Barat, Manokwari Selatan berada di urutan ke-2 persentase kemiskinan tertinggi setelah Pegunungan Arfak (31,76%). Nilainya lebih tinggi dari Teluk Wondama (28,47%), Teluk Bintuni (26,99%), Fak Fak (20,86%), Manokwari (18,45%), dan Kaimana (14,41%). Jumlah penduduk miskinnya lebih rendah dari semua kabupaten tersebut karena populasinya lebih kecil.
Kabupaten Fak Fak
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan ke-52, dengan nilai 20,86% dan pertumbuhan turun 2,43%. Jumlah penduduk miskin 17.670 orang, rank ke-352 se-Indonesia. Penduduk total 92.850 orang, pertumbuhan naik 2,84%. Pendapatan per kapita Rp69,98 juta per tahun, rank ke-143 se-Indonesia. Garis kemiskinan Rp725,26 ribu per kapita per bulan, pertumbuhan naik 8,08%. Persentase kemiskinan lebih rendah dibandingkan Manokwari Selatan, namun jumlah penduduk miskin lebih besar karena populasi lebih banyak.
Kabupaten Pegunungan Arfak
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan ke-12, tertinggi di Papua Barat dengan nilai 31,76% dan pertumbuhan turun 1,64%. Jumlah penduduk miskin 11.870 orang, rank ke-426 se-Indonesia. Penduduk total 40.680 orang, pertumbuhan naik 1,37%. Pendapatan per kapita Rp8,66 juta per tahun, rank ke-510 se-Indonesia (terendah di Papua Barat). Garis kemiskinan Rp738,14 ribu per kapita per bulan, pertumbuhan naik 2%. Persentase kemiskinan lebih tinggi dibandingkan Manokwari Selatan, meskipun jumlah penduduk miskin lebih sedikit karena populasi hampir sama.
Kabupaten Kaimana
(Baca: Tingkat Akses Rumah Tangga ke Jaringan Telepon Tetap Periode 2013-2024)
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan ke-107, terendah di Papua Barat dengan nilai 14,41% dan pertumbuhan turun 1,1%. Jumlah penduduk miskin 10.060 orang, rank ke-443 se-Indonesia. Penduduk total 64.140 orang, pertumbuhan turun 2,12%. Pendapatan per kapita Rp46,45 juta per tahun, rank ke-276 se-Indonesia. Garis kemiskinan Rp682,23 ribu per kapita per bulan, pertumbuhan naik 11,87%. Persentase kemiskinan jauh lebih rendah dibandingkan Manokwari Selatan, dengan jumlah penduduk miskin yang lebih besar karena populasi lebih banyak.
Kabupaten Manokwari
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan ke-61, dengan nilai 18,45% dan pertumbuhan turun 1,49%. Jumlah penduduk miskin 33.290 orang, rank ke-224 se-Indonesia (terbanyak di Papua Barat). Penduduk total 204.106 orang, pertumbuhan naik 1,18%. Pendapatan per kapita Rp55,26 juta per tahun, rank ke-220 se-Indonesia. Garis kemiskinan Rp802,75 ribu per kapita per bulan, pertumbuhan naik 6,66%. Persentase kemiskinan lebih rendah dibandingkan Manokwari Selatan, namun jumlah penduduk miskin jauh lebih besar karena populasi paling banyak di Papua Barat.
Kabupaten Teluk Bintuni
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan ke-27, dengan nilai 26,99% dan pertumbuhan turun 4,43%. Jumlah penduduk miskin 19.330 orang, rank ke-341 se-Indonesia. Penduduk total 83.074 orang, pertumbuhan naik 1,87%. Pendapatan per kapita Rp574,98 juta per tahun, rank ke-3 se-Indonesia (tertinggi di Papua Barat). Garis kemiskinan Rp794,29 ribu per kapita per bulan, pertumbuhan naik 0,92%. Persentase kemiskinan hampir sama dengan Manokwari Selatan, namun jumlah penduduk miskin lebih besar karena populasi lebih banyak dan pendapatan per kapita jauh lebih tinggi.
Kabupaten Teluk Wondama
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan ke-22, dengan nilai 28,47% dan pertumbuhan turun 1,49%. Jumlah penduduk miskin 10.300 orang, rank ke-441 se-Indonesia. Penduduk total 46.755 orang, pertumbuhan naik 3,16%. Pendapatan per kapita Rp40,74 juta per tahun, rank ke-322 se-Indonesia. Garis kemiskinan Rp710,85 ribu per kapita per bulan, pertumbuhan naik 7,84%. Persentase kemiskinan lebih tinggi dibandingkan Manokwari Selatan, dengan jumlah penduduk miskin yang lebih besar karena populasi lebih banyak.