Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Soppeng Turun 9,65% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan mencapai 10,13% pada 2025.
Angka tersebut turun 2,74% dari tahun sebelumnya sebesar 12,87%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 9,65%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Soppeng lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Soppeng yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 10,13% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 23 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Selatan, PoU di Kabupaten Soppeng ada di urutan ke-21. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan (2,9%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Jeneponto (12,74%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Selatan pada 2025.
- Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan: 2,9%
- Kota Palopo: 3,16%
- Kota Parepare: 3,34%
- Kabupaten Toraja Utara: 3,45%
- Kabupaten Enrekang: 3,85%
- Kabupaten Bulukumba: 3,89%
- Kabupaten Luwu Timur: 4,15%
- Kabupaten Bantaeng: 4,22%
- Kabupaten Luwu Utara: 4,63%
- Kabupaten Luwu: 4,86%
(Baca: Skor Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Capai 75,9 pada 2025)