Kabupaten Bengkulu Selatan mengalami penurunan persentase kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, persentase penduduk miskin di Bengkulu Selatan sebesar 17,1 persen dari total penduduk. Jumlah ini sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 17,51 persen.
Penurunan persentase kemiskinan ini sejalan dengan penurunan jumlah penduduk miskin, dari 31.890 menjadi 31.800 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan di Bengkulu Selatan tercatat -2,34 persen. Secara peringkat di Pulau Sumatera, Bengkulu Selatan berada di urutan ke-14, sedangkan secara nasional berada di urutan ke-75.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Pati 2016-2025)
Jika melihat data historis, persentase kemiskinan tertinggi di Bengkulu Selatan terjadi pada tahun 2006, yakni 37,45 persen. Sementara persentase terendah terjadi pada tahun 2024 dengan 17,1 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2008, yakni -21,88 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 5,94 persen. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 17,49 persen dan 5 tahun terakhir (2020-2024) 17,69 persen, kondisi kemiskinan saat ini menunjukkan perbaikan.
Dalam perbandingan dengan kabupaten lain di Provinsi Bengkulu yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Kaur mencatatkan persentase 17,12 persen dan Kabupaten Seluma 17,23 persen. Kota Bengkulu memiliki persentase kemiskinan lebih rendah, yaitu 13,76 persen. Sedangkan Kabupaten Kepahiang lebih rendah dengan 12,9 persen, dan Rejang Lebong 14,65 persen.
Kota Bengkulu
Kota Bengkulu menduduki peringkat ke-130 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Dengan persentase kemiskinan 13,76 persen, jumlah penduduk miskin mencapai 52.960 jiwa. Kota ini memiliki jumlah penduduk yang signifikan, yaitu 394.192 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Bengkulu tercatat sebesar Rp820.354 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai Rp83,43 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk Kota Bengkulu sebesar 2,25 persen, dan pertumbuhan pendapatan per kapita mencapai 5,91 persen. Penurunan persentase kemiskinan turun 6,46 persen menunjukkan upaya pemerintah kota dalam menekan angka kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bengkulu Utara | 2004 - 2024)
Kabupaten Kaur
Kabupaten Kaur berada di peringkat ke-73 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Persentase penduduk miskin di kabupaten ini adalah 17,12 persen, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 21.750 jiwa. Jumlah penduduk Kabupaten Kaur tercatat 135.182 jiwa. Garis kemiskinan di Kabupaten Kaur adalah Rp432.939 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai Rp37,42 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 1,77 persen. Penurunan persentase kemiskinan turun 3,98 persen.
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kepahiang menempati urutan ke-146 secara nasional dengan persentase kemiskinan 12,9 persen. Jumlah penduduk miskin di daerah ini tercatat 18.730 jiwa dari total penduduk 155.520 jiwa. Garis kemiskinan di Kepahiang mencapai Rp488.445 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp40,07 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk tercatat 0,99 persen. Persentase kemiskinan di Kabupaten Kepahiang mengalami penurunan turun 8,64 persen.
Kabupaten Rejang Lebong
Kabupaten Rejang Lebong berada di peringkat ke-104 secara nasional dengan persentase kemiskinan 14,65 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 41.160 jiwa dari total penduduk 287.248 jiwa. Garis kemiskinan di Rejang Lebong adalah Rp595.125 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat Rp45,24 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk mencapai 1,29 persen. Kabupaten ini mengalami penurunan persentase kemiskinan turun 0,95 persen.
Kabupaten Seluma
Kabupaten Seluma berada pada urutan ke-72 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan. Dengan persentase 17,23 persen, jumlah penduduk miskin tercatat 35.080 jiwa dari total penduduk 215.354 jiwa. Garis kemiskinan di Seluma adalah Rp502.739 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita sebesar Rp29,17 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Seluma relatif kecil, hanya 0,4 persen. Persentase kemiskinan menurun turun 4,28 persen.