Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2024 sebesar 14,71%. Angka ini sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 14,9%. Dengan jumlah penduduk 1.068.347 jiwa, terdapat 137.680 jiwa penduduk miskin di Banjarnegara.
Perkembangan kemiskinan di Banjarnegara menunjukkan penurunan sebesar 1,28% pada tahun terakhir. Dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Tengah, Banjarnegara berada di urutan dengan persentase kemiskinan yang cukup tinggi.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Manggarai 2015-2024)
Data historis kemiskinan menunjukkan fluktuasi selama periode 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 29,4%, sementara terendah pada tahun 2024 yaitu 14,71%. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 7,5%, dan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2008 turun 14,13%. Peringkat kemiskinan Banjarnegara secara nasional juga berubah-ubah, dengan urutan terbaik ke-85 pada tahun 2006 dan urutan terburuk ke-131 pada tahun 2010. Saat ini, Banjarnegara berada di urutan ke-103 secara nasional. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir, angka ini lebih rendah. Dibandingkan 5 tahun terakhir juga lebih rendah.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Tengah yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Banjarnegara memiliki tantangan tersendiri. Kabupaten Brebes, Pemalang, Purbalingga, Rembang, Sragen, dan Wonosobo menunjukkan angka dan dinamika yang bervariasi.
Kabupaten Brebes
Di Kabupaten Brebes, persentase kemiskinan mencapai 15,6% dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 283.280 jiwa. Angka ini menempatkan Brebes pada peringkat ke-92 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan. Jumlah penduduk Brebes mencapai 2.059.458 jiwa, namun pertumbuhan ekonominya moderat di angka 0,48%. Garis kemiskinan di Brebes tercatat sebesar Rp542.495 per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita mencapai Rp30,04 juta per tahun. Pertumbuhan angka kemiskinan menunjukkan angka negatif turun 1,14% sehingga ada perbaikan.
Kabupaten Pemalang
Kabupaten Pemalang memiliki persentase kemiskinan sebesar 14,92% dan menempati peringkat ke-98 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Pemalang tercatat sebanyak 194.200 jiwa dari total penduduk 1.588.826 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp493.593 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai Rp22,63 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Pemalang tercatat sebesar 1,39%, dan terjadi penurunan angka kemiskinan turun 0,73%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Tasikmalaya Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Purbalingga
Dengan persentase kemiskinan 14,18%, Kabupaten Purbalingga berada di urutan ke-116 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Purbalingga adalah 136.720 jiwa dari total 1.053.565 jiwa penduduk. Garis kemiskinan di Purbalingga tercatat sebesar Rp460.870 per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita mencapai Rp32,15 juta per tahun. Pertumbuhan penduduknya mencapai 1,29%, namun kemiskinan mengalami penurunan signifikan turun 5,4%.
Kabupaten Rembang
Kabupaten Rembang mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 14,02%, menempatkannya di urutan ke-121 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Rembang sebanyak 91.450 jiwa dari total penduduk 662.787 jiwa. Garis kemiskinan di Rembang adalah Rp518.607 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai Rp38,78 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Rembang adalah 1,07%, dan angka kemiskinan turun 1,06%.
Kabupaten Sragen
Kabupaten Sragen memiliki persentase kemiskinan sebesar 12,41%, menempatkannya pada peringkat ke-154 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Sragen adalah 110.650 jiwa dari total penduduk 1.021.435 jiwa. Garis kemiskinan di Sragen tercatat sebesar Rp453.663 per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita mencapai Rp52,19 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk Sragen adalah 0,88%, dengan penurunan angka kemiskinan turun 3,57%.
Kabupaten Wonosobo
Kabupaten Wonosobo mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 15,28%, menempati peringkat ke-96 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Wonosobo sebanyak 121.490 jiwa dari total 942.199 jiwa penduduk. Garis kemiskinan di Wonosobo adalah Rp456.351 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai Rp27,19 juta per tahun. Pertumbuhan penduduknya mencapai 1,32%, dan angka kemiskinan menurun -1,93%.