Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2024 sebesar 25,78%. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 4,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 52.890 jiwa dari total penduduk 152.613 jiwa.
Kabupaten Rote Ndao menduduki peringkat ke-30 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Dibandingkan dengan kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur, Rote Ndao berada di urutan ke-6. Pertumbuhan angka kemiskinan di Rote Ndao lebih baik dibandingkan rata-rata kabupaten lain di provinsi tersebut.
(Baca: Data 2024: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Lembata Rp.15,73 Juta)
Dalam kurun waktu 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi di Rote Ndao terjadi pada tahun 2008 yaitu 36,58%. Sedangkan persentase terendah terjadi pada tahun 2024 yaitu 25,78%. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 29,44%, dan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2005 turun 6,81%. Jika dibandingkan dengan rata-rata 3 tahun terakhir, angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Namun, jika dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir, sedikit lebih tinggi.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur dengan persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Rote Ndao menunjukkan performa yang kompetitif. Beberapa kabupaten tersebut adalah Kabupaten Lembata, Manggarai Timur, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Timur, dan Timor Tengah Selatan.
Kabupaten Lembata
Kabupaten ini mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 24,22%, berada di urutan ke-37 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 37.720 jiwa, dari total penduduk 148.055 jiwa. Garis kemiskinan di Lembata adalah Rp 517.948,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 15,73 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk tercatat positif sebesar 3,14%. Penurunan persentase kemiskinan sebesar 2,26% menunjukkan adanya perbaikan kondisi ekonomi di wilayah ini.
Kabupaten Manggarai Timur
Dengan persentase kemiskinan 24,9%, kabupaten ini menduduki peringkat ke-34 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 74.590 jiwa dari total populasi 297.967 jiwa. Pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp 14,41 juta per tahun. Garis kemiskinan di Manggarai Timur adalah Rp 458.116,00 per kapita per bulan. Kabupaten ini mengalami pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan sebesar 4,86%. Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik tercermin dari penurunan angka kemiskinan sebesar 0,64%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pandeglang Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Sumba Barat Daya
Kabupaten ini mencatat persentase kemiskinan sebesar 27,2%, menempatkannya di urutan ke-25 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 102.050 jiwa, dari total 340.006 jiwa. Garis kemiskinan di Sumba Barat Daya adalah Rp 494.229,00 per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk di wilayah ini adalah 4,24%. Kabupaten ini berhasil menurunkan persentase kemiskinan sebesar 1,02%.
Kabupaten Sumba Barat
Kabupaten ini memiliki persentase kemiskinan 26,52% dan menduduki peringkat ke-29 secara nasional. Terdapat 36.720 jiwa penduduk miskin dari total 141.782 jiwa. Pendapatan per kapita di wilayah ini adalah Rp 19,39 juta per tahun. Garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 441.428,00 per kapita per bulan. Terjadi penurunan jumlah penduduk turun 6,03%. Penurunan persentase kemiskinan sebesar 2,39% menunjukkan adanya upaya perbaikan kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Sumba Timur
Persentase kemiskinan di kabupaten ini adalah 27,04%, menempatkannya pada urutan ke-26 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 73.580 jiwa dari total 269.728 jiwa. Pendapatan per kapita sebesar Rp 30,09 juta per tahun. Garis kemiskinan adalah Rp 460.384,00 per kapita per bulan. Terjadi pertumbuhan penduduk sebesar 2,6%. Penurunan persentase kemiskinan sebesar 3,7% mengindikasikan adanya peningkatan taraf hidup masyarakat.
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Kabupaten ini mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 24,68% dan berada di urutan ke-35 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 117.410 jiwa dari total 477.808 jiwa. Pendapatan per kapita mencapai Rp 21,28 juta per tahun. Garis kemiskinan di Timor Tengah Selatan adalah Rp 436.707,00 per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk tercatat 1%. Penurunan persentase kemiskinan sebesar 1,99% menunjukkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi.