PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom melakukan merger menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) pada April 2025.
Setelah penggabungan usaha ini, EXCL berhasil meraih pendapatan Rp42,45 triliun pada 2025, tumbuh 23% dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
"Kami bersyukur dan bangga dengan hasil pencapaian perusahaan dari fase awal merger hingga sepanjang akhir tahun 2025 ini. Di tengah tantangan industri yang dinamis dan konsolidasi yang dilakukan, kami tetap berhasil meraih pencapaian yang baik," kata Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, dalam siaran pers (13/2/2026).
Namun, merger ini juga berdampak pada naiknya beban infrastruktur, beban gaji karyawan, beban administrasi, dan berbagai beban lain, sehingga total bebannya melonjak 52% (yoy) menjadi Rp43,58 triliun.
"Dari sisi beban biaya operasional, terjadi peningkatan biaya sebagai imbas dari proses integrasi yang dilakukan serta kegiatan operasional yang semakin luas pasca merger," kata manajemen EXCL dalam siaran pers.
"Beban biaya terkait penjualan dan pemasaran juga meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebagai dampak dari meningkatnya komisi penjualan, dan meningkatnya biaya iklan dan promosi terkait peluncuran 5G dan perluasan jaringan," lanjutnya.
Alhasil, meski pendapatan naik, EXCL mengalami kerugian yang diatribusikan ke entitas induk senilai Rp4,43 triliun pada 2025.
Kondisi ini berbalik dibanding tahun sebelumnya, di mana mereka mencetak laba Rp1,82 triliun, seperti terlihat pada grafik.
Sampai akhir 2025, EXCL memiliki aset senilai Rp115,32 triliun, meningkat 33,8% dibanding akhir 2024. Sekitar 74% dari aset ini berupa liabilitas atau utang.
(Baca: Nagita Slavina Jadi Calon Pengendali VISI, Intip Kinerja Perusahaannya)