Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Sumbawa Capai 2,99% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 11/10/2026 13:09 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat mencapai 2,99% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,44% dari tahun sebelumnya sebesar 2,55%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,51%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Sumbawa lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Sumbawa yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 2,99% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat, PoU di Kabupaten Sumbawa ada di urutan ke-9. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Sumbawa Barat (2,22%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kota Mataram (3,42%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Sumbawa Barat: 2,22%
  2. Kabupaten Dompu: 2,25%
  3. Kota Bima: 2,25%
  4. Kabupaten Lombok Tengah: 2,28%
  5. Kabupaten Bima: 2,28%
  6. Kabupaten Lombok Timur: 2,29%
  7. Kabupaten Lombok Utara: 2,43%
  8. Kabupaten Lombok Barat: 2,79%
  9. Kabupaten Sumbawa: 2,99%
  10. Kota Mataram: 3,42%

(Baca: Ada 147,91 Juta Penduduk Bekerja di Indonesia Akhir 2025, Ini Klasifikasinya)

Data Pasar

Macro update by
11 October 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Sep) 3,28% +0.09
Inflasi mom (Agu) 0,21% +0.35
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.876 -0.06
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Ekspor Migas (Agu) 992,20 +25.98
Neraca perdagangan (Agu) 3,55 +2,814.03
Impor Migas (Agu) 3,53 -6.37
Ekspor (Agu) 26,61 +1.51
Impor (Agu) 23,06 -11.63
Kunjungan Wisman (Agu) 1,60 +4.89
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...