Kementerian Kehutanan Deteksi 12.176 Hotspot di Indonesia, Terbanyak di Kalimantan Tengah (Minggu, 11 Oktober 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 12.176 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 404 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Minggu (11/10/2026) pukul 11.15 WIB. Dari 12.176 titik panas terdeteksi, 674 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 10980 titik skala sedang, dan 522 titik skala rendah.
Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
(Baca: Lima Gempa Bumi Terakhir yang Tercatat di BMKG (Sabtu, 23 Mei 2026 19:40:26 WIB))
Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Tengah sebanyak 3898 titik. Sumatera Selatan menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 1548 titik. Papua Selatan berada di posisi ketiga sebanyak 1207 titik panas.
Sebanyak 728 titik panas terdeteksi di Kalimantan Barat, Papua Barat menyusul dengan 706 titik panas, serta Kalimantan Selatan dan Maluku masing-masing memiliki 631 dan 584 titik panas terdeteksi.
Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.
(Baca: Lima Gempa Bumi Terakhir yang Tercatat di BMKG (Rabu, 22 April 2026 12:17:58 WIB))
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.876 | -0.06 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Agu) | 3,53 | -6.37 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Agu) | 23,06 | -11.63 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |