Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kelahiran yang difasilitasi pekerja terampil di Provinsi Papua Tengah pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar 84,26 persen dari total kelahiran. Dari catatan historis dua tahun terakhir, angka ini mengalami penurunan sebesar 3,97 poin persentase atau kontraksi pertumbuhan sebesar 4,5 persen dibandingkan tahun 2024. Tren data secara konsisten menunjukkan arah turun, dengan nilai tertinggi tercatat pada tahun 2024 di angka 88,23 persen, sementara nilai terendah tercatat justru pada tahun terbaru 2025. Posisi nilai tahun 2025 juga berada di bawah rata-rata periode pencatatan yang mencapai 86,25 persen.
(Baca: Harga Gandum Kontrak Tiga Bulan - US Wheat Futures Turun Selama Tiga Hari Terakhir)
Untuk peringkat wilayah, Papua Tengah mengalami penurunan posisi di lingkup Pulau Papua dari peringkat 2 pada tahun 2024 turun menjadi peringkat 3 pada tahun 2025. Secara nasional, penurunan peringkat bahkan lebih tajam, dari posisi 32 secara nasional pada 2024 turun dua anak tangga menjadi peringkat 34 dari seluruh provinsi di Indonesia pada tahun 2025. Tidak terdapat periode kenaikan angka indikator ini selama periode pencatatan yang tersedia.
Provinsi Papua
Provinsi Papua menempati urutan pertama terbaik di wilayah Pulau Papua untuk indikator ini pada tahun 2025, dengan pencatatan nilai tingkat kelahiran difasilitasi pekerja terampil mencapai 92 persen dari total kelahiran. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 2,68 poin persentase. Secara nasional, Provinsi Papua menempati peringkat 31, menjadi satu-satunya wilayah di kelompok pulau timur yang mampu mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata kelompok wilayah untuk indikator ini.
Provinsi Maluku Utara
Maluku Utara menempati posisi teratas di wilayah Pulau Maluku dengan nilai indikator mencapai 90,81 persen pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 4,54 persen, merupakan angka pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah timur yang tercatat dalam data ini. Peringkat nasional Maluku Utara berada di urutan 32, hanya terpaut satu peringkat dibawah Provinsi Papua, dengan selisih nilai indikator sebesar 1,19 poin persentase.
Provinsi Papua Barat Daya
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Konawe Utara | 2024)
Papua Barat Daya berada di urutan kedua di lingkup Pulau Papua dengan nilai indikator 84,38 persen pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 2,47 persen dengan penambahan nilai sebesar 2,03 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional provinsi ini menempati peringkat 33, hanya terpaut 0,12 poin persentase diatas nilai yang dicatatkan oleh Papua Tengah pada periode yang sama.
Provinsi Papua Selatan
Papua Selatan menempati urutan keempat di Pulau Papua untuk indikator ini pada tahun 2025 dengan nilai tercatat sebesar 84,01 persen. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 1,73 persen, dengan penambahan nilai sebesar 1,43 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat nasional wilayah ini berada di urutan 35, berada satu tingkat dibawah peringkat Papua Tengah dengan selisih nilai indikator sebesar 0,25 poin persentase.
Provinsi Papua Barat
Papua Barat menempati urutan kelima di lingkup Pulau Papua dengan nilai indikator tercatat sebesar 81,73 persen pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 4,04 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua di seluruh wilayah timur setelah Maluku Utara. Secara nasional provinsi ini menempati peringkat 36, dengan selisih nilai sebesar 2,53 poin persentase dibawah pencatatan Papua Tengah pada periode yang sama.
Provinsi Maluku
Maluku menempati urutan kedua di wilayah Pulau Maluku dengan nilai indikator tercatat sebesar 78,18 persen pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 1,56 persen dengan penambahan nilai sebesar 1,2 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat nasional wilayah ini berada di urutan 37, menjadi nilai terendah untuk indikator tingkat kelahiran difasilitasi pekerja terampil di seluruh wilayah timur Indonesia yang tercatat.