Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Ende tahun 2025 sebesar 21,31 persen. Angka ini turun 1,26 poin dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 3.450 jiwa dari total 62.370 jiwa menjadi 58.920 jiwa. Pertumbuhan angka kemiskinan wilayah ini tercatat minus 5,58 persen pada periode tahun terakhir.
Selama kurun 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Ende pernah mencatat nilai tertinggi pada tahun 2018 sebesar 24,20 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2005 sebesar 20,09 persen. Posisi ranking persentase kemiskinan se-Indonesia saat ini berada di urutan 45, bergeser sedikit stabil sejak 5 tahun terakhir yang selalu berada di rentang urutan 44 sampai 47.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang di Sulawesi Utara | 2025)
Dibandingkan enam kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur dengan tingkat kemiskinan berdekatan, penurunan persentase kemiskinan Kabupaten Ende termasuk yang paling signifikan setelah Kabupaten Alor. Hanya Kabupaten Alor yang mencatat penurunan lebih besar yaitu minus 7,95 persen, sementara wilayah lain rata-rata mencatat penurunan di bawah 5,5 persen.
Kabupaten Kupang
Berada di urutan 52 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 20,32 persen dengan penurunan sebesar minus 4,91 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 87.500 jiwa, menjadi yang terbesar dibandingkan seluruh wilayah dalam daftar perbandingan. Garis kemiskinan disini sebesar 504,86 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan sebesar 28,50 juta rupiah.
Kabupaten Lembata
Urutan 39 nasional untuk tingkat kemiskinan, dengan angka tercatat 23,27 persen. Penurunan angka kemiskinan sebesar minus 3,92 persen merupakan yang terkecil dalam kelompok wilayah perbandingan ini. Penduduk miskin berjumlah 36.780 jiwa, pendapatan per kapita tahunan sebesar 16,95 juta rupiah, sedangkan garis kemiskinan mencapai 538,77 ribu rupiah per kapita setiap bulannya.
Kabupaten Manggarai Timur
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Riau 2025)
Berada di urutan 37 nasional, persentase kemiskinan tercatat 23,51 persen dengan penurunan yang sama persis dengan Kabupaten Ende yaitu minus 5,58 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 70.990 jiwa. Pendapatan per kapita tahunan wilayah ini tercatat paling rendah yaitu 15,23 juta rupiah, dengan garis kemiskinan sebesar 485,25 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Rote Ndao
Menempati urutan 36 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka 24,37 persen dan penurunan sebesar minus 5,47 persen tahun terakhir. Tercatat 51.640 jiwa penduduk masuk kategori miskin. Garis kemiskinan wilayah ini menjadi yang terendah dalam kelompok yaitu 443,90 ribu rupiah per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan sebesar 27,90 juta rupiah.
Kabupaten Timor Tengah Utara
Urutan 53 nasional untuk tingkat kemiskinan, mencatat angka 20,17 persen dengan penurunan sebesar minus 3,45 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 53.440 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini tercatat paling tinggi yaitu 516,06 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan sebesar 19,77 juta rupiah.
Kabupaten Alor
Berada di urutan 56 nasional, persentase kemiskinan tercatat 18,29 persen dengan penurunan terbesar dalam kelompok yaitu minus 7,95 persen tahun terakhir. Tercatat 38.680 jiwa penduduk masuk kategori miskin. Pendapatan per kapita tahunan mencapai 18,78 juta rupiah, sedangkan garis kemiskinan sebesar 464,87 ribu rupiah per kapita setiap bulannya.