Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2025 mencapai 125,53 Rp miliar. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, sektor ini mencatat tren naik secara konsisten dengan total peningkatan sebesar 67,19% selama 16 tahun, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 3,49%. Pada tahun 2025, sektor ini mengalami pertumbuhan sebesar 7,58% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi kenaikan tertinggi sepanjang catatan historis yang dimiliki.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Riau 2025)
Sepanjang 16 periode pencatatan, hanya terjadi satu kali penurunan nilai yaitu pada tahun 2024 dengan penurunan sebesar 0,24% atau sebesar 0,28 Rp miliar dibandingkan tahun 2023. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 2,90%, angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 2,16%. Posisi nilai tahun 2025 juga tercatat berada di atas nilai rata-rata seluruh periode yang mencapai 102,47 Rp miliar.
Untuk peringkat di wilayah Pulau Sulawesi, Sulawesi Utara secara konsisten menempati urutan ke-4 sepanjang seluruh periode pencatatan hingga tahun 2025. Sementara untuk peringkat nasional, pada tahun 2025 Sulawesi Utara kembali naik ke peringkat 20 secara nasional, setelah sebelumnya sempat turun ke peringkat 22 pada tahun 2024. Kenaikan pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2025 berhasil mengembalikan posisi peringkat nasional seperti catatan 10 tahun sebelumnya.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati urutan kedua di Pulau Sulawesi untuk sektor ini pada tahun 2025, dengan nilai PDRB mencapai 191,44 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 3,64% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 6,72 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional Sulawesi Tenggara berada di peringkat 17, berada 3 peringkat di atas Sulawesi Utara, dan menjadi provinsi dengan nilai tertinggi kedua di seluruh wilayah timur Indonesia untuk sektor pengelolaan limbah dan air.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah tercatat menempati urutan ketiga di Pulau Sulawesi dengan nilai PDRB sektor ini sebesar 164,08 Rp miliar pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 4,72% atau penambahan nilai sebesar 7,40 Rp miliar pada tahun terakhir, menjadi pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi di Pulau Sulawesi. Secara nasional Sulawesi Tengah berada di peringkat 19, hanya terpaut satu peringkat di atas posisi Sulawesi Utara pada periode yang sama.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Siak | 2004 - 2025)
Maluku
Provinsi Maluku mencatat nilai PDRB sektor pengadaan air dan pengelolaan limbah sebesar 164,96 Rp miliar pada tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 0,84%. Wilayah ini berada di peringkat pertama wilayah Maluku dan peringkat 18 secara nasional, berada diantara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Pertumbuhan di wilayah ini tercatat lebih lambat dibandingkan seluruh provinsi tetangga di Pulau Sulawesi pada tahun yang sama.
Bengkulu
Bengkulu tercatat memiliki nilai PDRB sektor ini sebesar 119,05 Rp miliar pada tahun 2025, menempati peringkat 7 wilayah Sumatera dan peringkat 21 secara nasional. Wilayah ini hanya mencatat pertumbuhan sangat sedikit sebesar 0,03% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai hanya sebesar 0,04 Rp miliar. Nilai ini berada di bawah nilai Sulawesi Utara dan menjadi salah satu pertumbuhan terendah secara nasional pada periode 2025.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta mencatat nilai PDRB sektor pengelolaan limbah dan pengadaan air sebesar 118,96 Rp miliar pada tahun 2025, dan mengalami penurunan sedikit sebesar 0,55% dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat 6 wilayah Jawa dan peringkat 22 secara nasional, terpaut satu peringkat di bawah posisi Sulawesi Utara. Penurunan ini menjadikan DI Yogyakarta satu-satunya wilayah dalam daftar perbandingan yang mencatat penurunan nilai pada tahun 2025.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah tercatat memiliki nilai PDRB sektor ini sebesar 107,81 Rp miliar pada tahun 2025, dengan pertumbuhan sebesar 3,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat 4 wilayah Kalimantan dan peringkat 23 secara nasional, berada dua peringkat di bawah posisi Sulawesi Utara. Pertumbuhan di wilayah ini hampir setara dengan rata-rata pertumbuhan nasional untuk sektor yang sama pada periode tahun 2025.