Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Persentase penduduk miskin sedikit turun dari 6,06% (2023) menjadi 6,02% (2024). Jumlah penduduk miskin sedikit naik dari 27.400 orang ke 27.530 orang, sedangkan jumlah penduduk keseluruhan naik 3,43% menjadi 482.445 jiwa. Rank se-Indonesia untuk persentase kemiskinan ada di urutan ke-400, dan di pulau Sumatera urutan ke-126.
(Baca: 6,83% Penduduk di Kota Bau Bau Masuk Kategori Miskin)
Data historis kemiskinan Indragiri Hulu periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2004 (19,62%) dan terendah di 2020 (5,96%). Pertumbuhan terendah terjadi di 2008 (-17,63%) dan tertinggi di 2006 (4,6%). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 6,07%, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 6,01%, menunjukkan sedikit penurunan. Rank se-Indonesia meningkat dari urutan ke-169 (2004) ke ke-400 (2024), artinya posisi kemiskinan lebih baik dibandingkan kabupaten lain.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Riau, Indragiri Hulu memiliki persentase kemiskinan 6,02% (2024). Angka ini lebih baik dari Bengkalis (6,36%), Kampar (6,92%), dan Rokan Hilir (7,01%), tapi lebih buruk dari Indragiri Hilir (5,66%), Siak (5,08%), dan Kota Pekanbaru (3,15%). Jumlah penduduk miskinnya (27.530 orang) lebih sedikit dibandingkan sebagian besar tetangga, kecuali Siak (26.720 orang).
Kabupaten Bengkalis
Berada di urutan ke-386 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 6,36% pada 2024. Jumlah penduduk miskinnya 36.560 orang, lebih banyak dari Indragiri Hulu, dengan jumlah penduduk keseluruhan 671.725 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 755,57 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,85% tahun lalu. Pendapatan perkapita mencapai 296,91 juta rupiah per tahun, tertinggi di antara tetangga Indragiri Hulu.
Kabupaten Indragiri Hilir
Menempati urutan ke-416 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 5,66% pada 2024 yang lebih rendah dari Indragiri Hulu. Jumlah penduduk miskinnya 41.050 orang, jauh lebih banyak dibandingkan Indragiri Hulu, karena jumlah penduduk keseluruhan yang mencapai 705.041 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 629,57 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,43% tahun lalu. Pendapatan perkapita sebesar 138,69 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kampar
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Nduga Periode 2009 - 2024)
Urutan ke-355 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 6,92% pada 2024 yang merupakan tertinggi di antara tetangga Indragiri Hulu. Jumlah penduduk miskinnya 63.740 orang, tertinggi di kelompok ini, dengan jumlah penduduk keseluruhan 876.767 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 590,44 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan tertinggi 7,81% tahun lalu. Pendapatan perkapita sebesar 130,11 juta rupiah per tahun.
Kota Pekanbaru
Menempati urutan ke-500 se-Indonesia (posisi terbaik) untuk persentase kemiskinan, dengan angka 3,15% pada 2024 yang jauh lebih rendah dari Indragiri Hulu. Jumlah penduduk miskinnya 38.170 orang, lebih banyak dari Indragiri Hulu tapi dengan jumlah penduduk keseluruhan 1.138.530 jiwa yang jauh lebih besar. Garis kemiskinan sebesar 749,52 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,27% tahun lalu. Pendapatan perkapita sebesar 166,86 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Rokan Hilir
Urutan ke-346 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 7,01% pada 2024 yang tertinggi di antara tetangga Indragiri Hulu. Jumlah penduduk miskinnya 53.490 orang, lebih banyak dari Indragiri Hulu, dengan jumlah penduduk keseluruhan 670.692 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 545,80 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,68% tahun lalu. Pendapatan perkapita sebesar 152,22 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Siak
Menempati urutan ke-439 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 5,08% pada 2024 yang lebih rendah dari Indragiri Hulu. Jumlah penduduk miskinnya 26.720 orang, sedikit lebih sedikit dari Indragiri Hulu, dengan jumlah penduduk keseluruhan 487.673 jiwa yang hampir sama. Garis kemiskinan sebesar 595,66 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,58% tahun lalu. Pendapatan perkapita sebesar 250,38 juta rupiah per tahun, kedua tertinggi setelah Bengkalis.