Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Seram Bagian Barat sedikit turun menjadi 22,31 persen pada tahun 2024. Jumlah ini setara dengan 38.780 jiwa dari total penduduk 216.093 jiwa.
Dibandingkan tahun sebelumnya, persentase kemiskinan mengalami penurunan sebesar 0,36 persen. Namun, jika dilihat dari peringkat secara nasional, Seram Bagian Barat berada di urutan ke-46. Secara regional pulau, kabupaten ini menempati urutan ke-4.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Sawahlunto Periode 2005 - 2024)
Dalam rentang waktu 2005-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 39,59 persen dan terendah pada tahun 2023 sebesar 22,39 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2015 dengan 10,76 persen, sementara pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2022 dengan -11,95 persen. Jika dibandingkan dengan rata-rata 3 tahun terakhir, kondisi kemiskinan saat ini lebih baik.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Maluku, Seram Bagian Barat memiliki persentase kemiskinan yang berdekatan dengan Kepulauan Aru (23,39 persen), Maluku Barat Daya (27,95 persen), dan Kepulauan Tanimbar (23,66 persen). Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan kemiskinan masih menjadi tantangan bersama di wilayah Maluku.
Kabupaten Kepulauan Aru
Kepulauan Aru berada di urutan ke-42 secara nasional dengan persentase kemiskinan 23,39 persen, sedikit lebih tinggi dari Seram Bagian Barat. Jumlah penduduk miskin mencapai 22.450 jiwa dari total 111.561 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin mengalami penurunan turun 2,94 persen. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat sebesar Rp 644.112,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 43,62 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk Kepulauan Aru sebesar 2,51 persen menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan.
(Baca: 25,34% Penduduk di Kabupaten Teluk Bintuni Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Maluku Barat Daya
Maluku Barat Daya menduduki peringkat ke-24 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan, yaitu 27,95 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.630 jiwa dari total populasi 95.746 jiwa. Pertumbuhan penduduk miskin di kabupaten ini mengalami kontraksi turun 2,83 persen. Pendapatan per kapita di Maluku Barat Daya mencapai Rp 36,67 juta per tahun. Garis kemiskinan di Maluku Barat Daya mencapai Rp 686.428,00 per kapita per bulan. Kabupaten ini menunjukkan pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup tinggi, yaitu sebesar 4,60 persen.
Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Kepulauan Tanimbar mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 23,66 persen dan menempati urutan ke-40 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini sebanyak 26.760 jiwa dari total 131.368 jiwa. Terlihat adanya penurunan jumlah penduduk miskin dengan pertumbuhan -3,18 persen. Pendapatan per kapita masyarakat Kepulauan Tanimbar adalah sebesar Rp 27,73 juta per tahun. Garis kemiskinan di wilayah ini belum tersedia datanya. Pertumbuhan penduduk Tanimbar tercatat 1,46 persen.