Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Tomohon Capai 4,15% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 06/03/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Tomohon, Sulawesi Utara mencapai 4,15% pada 2025.

Angka tersebut tetap 0,0% dari tahun sebelumnya sebesar 4,15%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,38%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Tomohon lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Tomohon yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 4,15% dari total penduduk.

Dibanding 14 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Utara, PoU di Kota Tomohon ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Manado (3,88%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe (10,0%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Utara pada 2025.

  1. Kota Manado: 3,88%
  2. Kabupaten Minahasa: 4,08%
  3. Kota Tomohon: 4,15%
  4. Kota Bitung: 4,2%
  5. Kota Kotamobagu: 4,74%
  6. Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan: 5,84%
  7. Kabupaten Boloang Mongondow: 6,11%
  8. Kabupaten Minahasa Selatan: 6,11%
  9. Kabupaten Minahasa Utara: 6,19%
  10. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur: 6,58%

(Baca: Garis Kemiskinan Provinsi Indonesia Awal 2025, Papua Pegunungan Tertinggi)

Data Populer

Loading...