Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Demak tahun 2025 berada di angka 10,87 persen. Angka ini turun sebesar 1,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 11.450 jiwa menjadi total 131.470 jiwa. Secara nasional, kabupaten ini menempati urutan 179 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat tertinggi pada tahun 2006 dengan angka 26,03 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2025 dengan persentase penurunan sebesar 8,58 persen, sedangkan kenaikan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2006 yaitu sebesar 10,3 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Sukabumi 1,43 Juta dan Angka Pengangguran 7,23%)
Dalam kurun 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan Kabupaten Demak adalah 11,59 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 11,96 persen. Peringkat nasional wilayah ini bergeser membaik dari urutan 191 pada tahun 2022 menjadi urutan 179 tahun ini, menunjukkan peningkatan posisi dibandingkan kabupaten lain di seluruh Indonesia.
Kabupaten Banyumas
Berada di urutan 168 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 11,15 persen dengan penurunan sebesar 6,69 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 194.870 jiwa, garis kemiskinan berada di 529,31 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 42,78 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Blora
Peringkat 190 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, tercatat angka 10,58 persen dengan penurunan 7,36 persen pada periode terakhir. Terdapat 92.010 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan di angka 492,10 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,54 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Grobogan
(Baca: Harapan Lama Sekolah (HLS) di Jawa Timur | 2025)
Menempati urutan 188 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,63 persen dengan penurunan 7,00 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini adalah 148.100 jiwa, garis kemiskinan mencapai 526,23 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 26,42 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Klaten
Peringkat 173 secara nasional untuk indikator kemiskinan, angka persentase tercatat 11,00 persen dengan penurunan 8,64 persen pada periode terakhir. Terdapat 129.680 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan berada di 533,14 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 44,91 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Purworejo
Berada di urutan 218 nasional untuk persentase kemiskinan, tercatat angka 10,06 persen dengan penurunan 7,45 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 72.180 jiwa, garis kemiskinan di angka 496,81 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat 33,03 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sragen
Menempati urutan 164 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,22 persen dengan penurunan 9,59 persen pada periode terakhir, menjadi penurunan terbesar dibandingkan seluruh kabupaten pembanding di Jawa Tengah. Terdapat 100.080 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 482,82 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 55,52 juta rupiah per tahun.