Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara. Persentase penduduk miskin saat ini mencapai 8,98 persen, sedikit turun dari 9,08 persen pada tahun 2023. Jumlah penduduk miskin menjadi 34.000 orang, sedikit turun dari 34.130 orang tahun sebelumnya, sementara jumlah penduduk total meningkat sedikit menjadi 398.860 jiwa. Kabupaten ini menempati peringkat 268 se-Indonesia dan 75 di Pulau Sumatera untuk indikator persentase kemiskinan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kab. Pesisir Barat 2018 - 2024)
Data historis kemiskinan periode 2010-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2010 sebesar 12,32 persen, sedangkan terendah pada 2024 sebesar 8,98 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada 2018 dengan penurunan 10,28 persen, dan tertinggi pada 2015 dengan kenaikan 5,6 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 9,05 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 9,34 persen. Peringkat nasional kemiskinan berfluktuasi, dari 270 pada 2010 menjadi 268 pada 2024, dengan penurunan peringkat pada 2022-2023 ke 280 sebelum kembali naik pada 2024.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota tetangga di Sumatera Utara, persentase kemiskinan Kabupaten Labuhan Batu Utara berada di posisi menengah. Beberapa wilayah memiliki persentase lebih tinggi, seperti Kota Sibolga (11,39 persen) dan Kabupaten Batu Bara (10,94 persen), sementara lainnya lebih rendah seperti Kabupaten Mandailing Natal (8,69 persen) dan Kota Tebing Tinggi (8,79 persen). Pertumbuhan kemiskinan Labuhan Batu Utara turun 1,1 persen, yang lebih kecil dibanding penurunan di Kota Tebing Tinggi (-6,42 persen) namun lebih besar dari Kota Sibolga (-0,3 persen).
Kabupaten Batu Bara
Menduduki peringkat 204 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka kemiskinan 10,94 persen yang lebih tinggi dibanding Kabupaten Labuhan Batu Utara. Jumlah penduduk miskin mencapai 47.660 orang, lebih banyak dibanding Labuhan Batu Utara, dengan total penduduk 465.286 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp591,20 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp108,19 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun 3,09 persen, yang merupakan penurunan lebih signifikan dibanding Labuhan Batu Utara, menunjukkan upaya penanggulangan kemiskinan yang lebih agresif di tahun ini. Jumlah penduduk totalnya juga lebih besar dibanding Labuhan Batu Utara, sehingga jumlah penduduk miskin yang lebih banyak masih sesuai dengan proporsi yang lebih tinggi dari persentase kemiskinan.
Kabupaten Langkat
Dengan peringkat 264 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini adalah 9,04 persen, sedikit lebih tinggi dari Labuhan Batu Utara. Jumlah penduduk miskin mencapai 96.540 orang, yang merupakan jumlah terbesar di antara tetangga Labuhan Batu Utara, seiring dengan total penduduk yang juga tertinggi yaitu 1.109.248 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp507,99 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp57,86 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun 1,65 persen, yang lebih besar dibanding Labuhan Batu Utara, meskipun jumlah penduduk miskinnya masih jauh lebih banyak. Pendapatan per kapita yang lebih rendah dibanding beberapa tetangga menunjukkan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat masih perlu diperkuat untuk menurunkan angka kemiskinan lebih signifikan.
(Baca: Rata-Rata Upah atau Gaji Bersih Sebulan Pekerja Formal (Total) di Sumatera Selatan | 2025)
Kabupaten Mandailing Natal
Menempati peringkat 280 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini adalah 8,69 persen, lebih rendah dari Labuhan Batu Utara. Jumlah penduduk miskin mencapai 40.560 orang, lebih banyak dibanding Labuhan Batu Utara, namun proporsi terhadap total penduduk (498.720 jiwa) lebih kecil. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp519,55 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp40,13 juta per tahun, yang merupakan yang terendah di antara tetangga Labuhan Batu Utara. Pertumbuhan kemiskinan turun 1,17 persen, yang hampir sama dengan Labuhan Batu Utara, menunjukkan bahwa kedua wilayah memiliki laju penurunan kemiskinan yang serupa meskipun kondisi ekonomi masyarakat berbeda.
Kabupaten Padang Lawas Utara
Menduduki peringkat 270 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini adalah 8,97 persen, sedikit lebih rendah dari Labuhan Batu Utara. Jumlah penduduk miskin mencapai 27.210 orang, lebih sedikit dibanding Labuhan Batu Utara, dengan total penduduk 272.273 jiwa yang juga lebih kecil. Garis kemiskinan di sini adalah Rp502,40 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp63,55 juta per tahun. Berbeda dengan Labuhan Batu Utara yang mengalami penurunan kemiskinan, wilayah ini mengalami kenaikan pertumbuhan kemiskinan sebesar 3,97 persen, menunjukkan bahwa kondisi kemiskinan di sini sedang memburuk dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian khusus karena jumlah penduduknya yang lebih kecil namun persentase kemiskinan yang hampir sama dengan Labuhan Batu Utara.
Kota Sibolga
Menempati peringkat 194 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini adalah 11,39 persen, yang merupakan yang tertinggi di antara tetangga Labuhan Batu Utara. Jumlah penduduk miskin mencapai 9.990 orang, lebih sedikit dibanding Labuhan Batu Utara, karena total penduduknya yang juga lebih kecil yaitu 99.747 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp612,82 ribu per kapita per bulan, yang merupakan yang kedua tertinggi di antara tetangga, dan pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp78,49 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun 0,3 persen, yang merupakan penurunan paling kecil di antara tetangga, menunjukkan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan di sini masih lambat dibanding wilayah lain. Meskipun jumlah penduduk miskinnya kecil, persentase yang tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di kota ini masih berada di bawah garis kemiskinan.
Kota Tebing Tinggi
Menduduki peringkat 275 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini adalah 8,79 persen, lebih rendah dari Labuhan Batu Utara. Jumlah penduduk miskin mencapai 15.310 orang, lebih sedikit dibanding Labuhan Batu Utara, dengan total penduduk 182.226 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp665,02 ribu per kapita per bulan, yang merupakan yang tertinggi di antara tetangga, dan pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp43,51 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun 6,42 persen, yang merupakan penurunan paling signifikan di antara tetangga, menunjukkan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan di sini sangat efektif di tahun ini. Meskipun pendapatan per kapita masyarakatnya tidak terlalu tinggi, penurunan kemiskinan yang besar menunjukkan bahwa program bantuan atau pemberdayaan ekonomi masyarakat berjalan dengan baik.