Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, mencapai 62818 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 52,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluaran tahun 2023 sebesar 41161 rupiah. Selisih pengeluaran antara tahun 2024 dan 2023 mencapai 21657 rupiah, menjadi kenaikan terbesar yang dialami dalam tujuh tahun terakhir (2018-2024). Informasi ini berasal dari data Susenas yang diolah oleh BPS.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perkotaan Periode 2013-2025)
Pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Pesisir Barat mengalami fluktuasi selama tujuh tahun. Pada tahun 2018, pengeluaran sebesar 27695 rupiah, naik menjadi 32614 rupiah pada tahun 2019 dengan pertumbuhan 17,8 persen. Tahun 2020, pengeluaran sedikit turun menjadi 29410 rupiah dengan penurunan 9,8 persen, sebelum naik kembali menjadi 34116 rupiah pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 16 persen. Tahun 2022, pengeluaran sedikit turun menjadi 28646 rupiah dengan penurunan 16 persen, lalu naik menjadi 41161 rupiah pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 43,7 persen, dan mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2024.
Pengeluaran perawatan kulit sebesar 62818 rupiah pada tahun 2024 menyumbang sekitar 26,5 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa (237377 rupiah), dan sekitar 218,5 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan (28743 rupiah). Dibandingkan dengan pengeluaran untuk sabun mandi (56597 rupiah), pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 lebih tinggi sebesar 6221 rupiah. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan jadi (199523 rupiah) dan rokok serta tembakau (172692 rupiah) masih jauh lebih besar dibandingkan pengeluaran perawatan kulit.
Kabupaten Pesisir Barat menempati rank ke-3 dalam pengeluaran perawatan kulit seprovinsi Lampung pada tahun 2024, di belakang Kota Bandar Lampung (rank ke-1) dengan pengeluaran 76208 rupiah dan Kota Metro (rank ke-2) dengan pengeluaran 75392 rupiah. Lima kabupaten/kota lain di Lampung dengan pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 adalah Kabupaten Lampung Tengah (49031 rupiah, rank ke-4), Kabupaten Lampung Selatan (46966 rupiah, rank ke-5), Kabupaten Mesuji (45753 rupiah, rank ke-6), Kabupaten Tulang Bawang (44368 rupiah, rank ke-7), dan Kabupaten Tulang Bawang Barat (39582 rupiah, rank ke-8). Dari kelima kabupaten tersebut, hanya Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah yang mengalami pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Mesuji mengalami penurunan.
Kota Bandar Lampung
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kendal Periode 2004 - 2024)
Kota Bandar Lampung memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 975428 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (917714 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1776286 rupiah pada tahun 2024, mengalami penurunan 22,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (2285987 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar 800857 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 3,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (773449 rupiah). Kota Bandar Lampung menempati rank ke-1 dalam pengeluaran bukan makanan seprovinsi Lampung, rank ke-1 dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan rank ke-2 dalam pengeluaran makanan.
Kota Metro
Kota Metro memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 852148 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 0,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya (845220 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1636983 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya (1607548 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar 784835 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 15,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya (681165 rupiah). Kota Metro menempati rank ke-2 dalam pengeluaran bukan makanan seprovinsi Lampung, rank ke-2 dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan rank ke-3 dalam pengeluaran makanan.
Kabupaten Pesisir Barat
Kabupaten Pesisir Barat memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 614720 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 46,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya (420400 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1436836 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya (1273883 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar 822116 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 51,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya (543876 rupiah). Kabupaten Pesisir Barat menempati rank ke-3 dalam pengeluaran bukan makanan seprovinsi Lampung, rank ke-3 dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan rank ke-1 dalam pengeluaran makanan.
Kabupaten Mesuji
Kabupaten Mesuji memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 551555 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (517956 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1182985 rupiah pada tahun 2024, mengalami penurunan 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya (1250826 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar 631430 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya (569850 rupiah). Kabupaten Mesuji menempati rank ke-4 dalam pengeluaran bukan makanan seprovinsi Lampung, rank ke-6 dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan rank ke-9 dalam pengeluaran makanan.