Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Serang pada tahun 2024 sebesar 226.377 rupiah. Pengeluaran ini mengalami penurunan sedikit sebesar 2,2 persen dibandingkan tahun 2023, di mana nilai pengeluaran tahun sebelumnya mencapai 231.570 rupiah. Selisih pengeluaran antara kedua tahun tersebut sebesar minus 5.193 rupiah.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Barat 2015 - 2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Serang menunjukkan pola naik turun. Tahun 2018 hingga 2020, pengeluaran naik secara berturut-turut sebesar 8,3 persen dan 9,5 persen, mencapai nilai 215.169 rupiah pada tahun 2020. Namun, pada tahun 2021 terjadi penurunan signifikan sebesar 21,7 persen menjadi 168.538 rupiah, yang merupakan anomali karena penurunan ini jauh lebih besar dibandingkan perubahan pada tahun lain.
Setelah penurunan pada tahun 2021, pengeluaran kembali naik pada tahun 2022 sebesar 17,2 persen menjadi 197.450 rupiah, lalu naik lagi pada tahun 2023 sebesar 17,3 persen menjadi 231.570 rupiah yang merupakan pengeluaran tertinggi selama periode 2018 hingga 2024. Rata-rata pengeluaran selama lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 201.834 rupiah, sedangkan pengeluaran tahun 2024 berada di bawah rata-rata tersebut.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Banten pada tahun 2024, Kabupaten Serang menempati urutan ke-6 untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi. Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran tertinggi di provinsi ini adalah Kota Tanggerang (462.599 rupiah, penurunan sedikit 1,3 persen), Kota Tangerang Selatan (361.904 rupiah, naik 4,8 persen), Kota Cilegon (333.716 rupiah, penurunan sedikit 3,6 persen), Kota Serang (310.045 rupiah, naik 5,7 persen), dan Kabupaten Tanggerang (277.927 rupiah, naik 2 persen). Ranking Kabupaten Serang tetap sama seperti tahun sebelumnya, tidak ada perubahan posisi dalam urutan provinsi.
Data pendukung dari BPS menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Serang sebesar 258.075 rupiah, di mana pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 87,7 persen dari nilai tersebut. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau menjadi kategori pengeluaran tertinggi di luar makanan dan minuman jadi, sebesar 163.286 rupiah per kapita sebulan.
Kota Tangerang Selatan
Kota Tangerang Selatan menempati urutan ke-1 untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi Banten pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 1.627.012 rupiah. Nilai ini naik sebesar 22,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.326.003,87 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kota ini pada tahun 2024 sebesar 2.632.593 rupiah, naik sedikit 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di kota ini sebesar 361.904 rupiah pada tahun 2024, yang merupakan urutan ke-2 di provinsi Banten.
(Baca: Nilai Ekspor SITC Kode 54 Bahan Obat-Obatan dan Hasil-Hasilnya Periode 2023-2026)
Kota Tanggerang
Kota Tanggerang menempati urutan ke-2 untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi Banten pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 1.387.888 rupiah. Nilai ini naik sebesar 8,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.283.630,42 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kota ini pada tahun 2024 sebesar 2.535.589 rupiah, penurunan sebesar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di kota ini sebesar 462.599 rupiah pada tahun 2024, yang merupakan urutan ke-1 di provinsi Banten meskipun mengalami penurunan sedikit 1,3 persen dari tahun sebelumnya.
Kota Cilegon
Kota Cilegon menempati urutan ke-3 untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi Banten pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 1.107.904 rupiah. Nilai ini naik sebesar 38,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 800.655,59 rupiah, yang merupakan pertumbuhan tertinggi di antara kabupaten/kota di provinsi Banten untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kota ini pada tahun 2024 sebesar 2.014.801 rupiah, penurunan sedikit 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di kota ini sebesar 333.716 rupiah pada tahun 2024, yang merupakan urutan ke-3 di provinsi Banten dan mengalami penurunan sedikit 3,6 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Tanggerang
Kabupaten Tanggerang menempati urutan ke-4 untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi Banten pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 744.608 rupiah. Nilai ini naik sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 664.642,76 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kabupaten ini pada tahun 2024 sebesar 1.577.849 rupiah, penurunan sedikit 1,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di kabupaten ini sebesar 277.927 rupiah pada tahun 2024, yang merupakan urutan ke-5 di provinsi Banten dan naik sebesar 2 persen dari tahun sebelumnya.