Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, yang menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit dari 8,9 persen menjadi 8,55 persen. Jumlah penduduk miskin berkurang 1.190 orang menjadi 33.040 orang, sementara jumlah penduduk total naik sedikit sebesar 1,39 persen menjadi 420.493 jiwa. Wilayah ini menempati urutan ke-49 di pulau Sulawesi dan ke-287 se-Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan.
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan di Pinrang tertinggi pada tahun 2006 sebesar 10,7 persen dan terendah pada 2012 sebesar 7,83 persen. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi pada 2009 turun 9,84 persen, sedangkan tertinggi pada 2006 sebesar 17,97 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 8,75 persen, lebih tinggi dari nilai 2024, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 8,78 persen. Rank se-Indonesia untuk Pinrang meningkat dari urutan ke-343 pada 2004 ke ke-287 pada 2024, menunjukkan peningkatan posisi selama 20 tahun.
(Baca: Angka Partisipasi Murni (APM) Sm/Sederajat di Maluku | 2025)
Dibandingkan kabupaten tetangga di Sulawesi Selatan, persentase kemiskinan Pinrang 8,55 persen berada di antara Kabupaten Barru (8,31 persen) dan Kabupaten Maros (9,32 persen). Jumlah penduduk miskin Pinrang 33.040 orang lebih banyak dari Bantaeng, Barru, Sinjai, dan Toraja Utara, namun lebih sedikit dari Kabupaten Bone yang memiliki 73.030 orang penduduk miskin. Semua kabupaten tetangga juga mengalami penurunan persentase kemiskinan pada tahun 2024, dengan Toraja Utara memiliki penurunan paling besar turun 11,47 persen.
Kabupaten Bantaeng
Berada di urutan ke-299 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan sebesar 8,26 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -10,02 persen. Jumlah penduduk miskinan mencapai 15.800 orang, dengan jumlah penduduk total 214.098 jiwa yang naik sedikit sebesar 2,9 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai 434,66 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 65,48 juta rupiah per tahun yang tumbuh sebesar 4,3 persen. Kondisi ini menunjukkan kemiskinan di Bantaeng menurun lebih drastis dibandingkan Pinrang, meskipun jumlah penduduknya hanya sekitar setengah dari Pinrang.
Kabupaten Barru
Menempati urutan ke-297 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 8,31 persen, turun sedikit turun 1,77 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin 14.640 orang, dengan jumlah penduduk total 195.385 jiwa yang naik sedikit sebesar 1,05 persen. Garis kemiskinan di sini adalah 417,40 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 52,28 juta rupiah per tahun yang tumbuh 4,62 persen. Meskipun persentase kemiskinan lebih rendah dari Pinrang, jumlah penduduk miskinnya jauh lebih kecil karena ukuran penduduk yang lebih kecil.
Kabupaten Bone
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bangka Periode 2004 - 2024)
Berada di urutan ke-251 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 9,58 persen, turun sedikit turun 9,02 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin 73.030 orang, yang merupakan jumlah tertinggi di antara kabupaten tetangga Pinrang, dengan jumlah penduduk total 822.763 jiwa yang naik sedikit sebesar 0,66 persen. Garis kemiskinan 423,73 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 60,25 juta rupiah per tahun yang tumbuh 5,66 persen. Ukuran penduduk yang besar membuat jumlah penduduk miskin Bone jauh lebih tinggi dibandingkan Pinrang meskipun perbedaan persentase tidak terlalu signifikan.
Kabupaten Maros
Menempati urutan ke-257 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 9,32 persen, turun sedikit turun 3,42 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin 34.000 orang, dengan jumlah penduduk total 404.979 jiwa yang naik sedikit sebesar 2,63 persen. Garis kemiskinan tertinggi di antara tetangga Pinrang, mencapai 530,07 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita tertinggi 69,21 juta rupiah per tahun yang tumbuh 6,98 persen. Meskipun persentase kemiskinan lebih tinggi dari Pinrang, pendapatan per kapita yang lebih tinggi menunjukkan potensi ekonomi yang lebih baik di Maros.
Kabupaten Sinjai
Berada di urutan ke-318 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan terendah di antara tetangga Pinrang, yaitu 7,82 persen, turun sedikit turun 8,54 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin 19.400 orang, dengan jumlah penduduk total 274.439 jiwa yang naik sedikit sebesar 1,04 persen. Garis kemiskinan 412,44 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 59,07 juta rupiah per tahun yang tumbuh 6,85 persen. Kondisi ini menunjukkan Sinjai memiliki performa terbaik dalam menekan persentase kemiskinan di antara wilayah sekitar Pinrang.
Kabupaten Toraja Utara
Menempati urutan ke-214 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan tertinggi di antara tetangga Pinrang, yaitu 10,73 persen, turun sedikit turun 11,47 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin 25.970 orang, dengan jumlah penduduk total 264.277 jiwa yang naik sedikit sebesar 1,77 persen. Garis kemiskinan 413,03 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita terendah 47,73 juta rupiah per tahun yang tumbuh 5,99 persen. Meskipun persentase kemiskinan tinggi, penurunan yang signifikan menunjukkan upaya penanganan kemiskinan yang berjalan di wilayah ini.