Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Ngawi pada tahun 2024 sebesar 13,81%, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 14,4%. Dengan jumlah penduduk 905.663 jiwa, terdapat 116.470 penduduk miskin di Ngawi.
Secara historis, persentase kemiskinan di Ngawi mengalami fluktuasi. Sempat mencapai angka tertinggi 25,31% pada tahun 2006, kemudian menurun hingga mencapai titik terendah 13,81% pada tahun 2024. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 7,3%, dan terendah pada tahun 2005 turun 7,24%. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (14,15%, 14,4%, dan 13,81%), persentase kemiskinan saat ini lebih rendah. Sementara jika dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir, terdapat sedikit penurunan. Secara nasional, Ngawi berada di urutan ke-127 dalam persentase kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sampang Periode 2004 - 2024)
Dibandingkan kabupaten lain di Jawa Timur dengan persentase kemiskinan berdekatan, Ngawi menunjukkan posisi yang kompetitif. Kabupaten Bondowoso memiliki persentase 12,6%, Pacitan 13,08%, Pamekasan 13,41%, Probolinggo 16,45%, Sumenep 17,78%, dan Tuban 14,36%. Ini menunjukkan bahwa Ngawi berada di antara kabupaten-kabupaten tersebut dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Kabupaten Bondowoso
Bondowoso menduduki peringkat ke-151 secara nasional dengan persentase kemiskinan 12,6%, menunjukkan kemajuan yang signifikan. Jumlah penduduk miskin mencapai 99.620 jiwa, dengan pertumbuhan negatif turun 5,24%. Garis kemiskinan di Bondowoso tercatat sebesar Rp 517.741,00 per kapita per bulan, menggambarkan standar hidup minimum yang harus dipenuhi. Pendapatan per kapita masyarakat Bondowoso mencapai Rp 33,50 juta per tahun, angka ini masih perlu ditingkatkan untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik. Dengan jumlah penduduk 784.552 jiwa, Bondowoso terus berupaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Pacitan
Pacitan, dengan persentase kemiskinan 13,08%, berada di peringkat ke-143 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Pacitan adalah 73.030 jiwa, mengalami penurunan turun 4,16%. Pacitan memiliki jumlah penduduk yang lebih sedikit dibandingkan Ngawi, yaitu 594.071 jiwa. Garis kemiskinan di Pacitan terbilang lebih rendah dibandingkan kabupaten lain, yaitu Rp 370.643,00 per kapita per bulan, menunjukkan biaya hidup yang relatif lebih rendah. Pendapatan per kapita di Pacitan mencapai Rp 35,10 juta per tahun dengan pertumbuhan 5,87%, mengindikasikan peningkatan ekonomi yang cukup baik.
(Baca: 7,37% Penduduk di Kabupaten Labuhan Batu Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Pamekasan
Kabupaten Pamekasan mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 13,41% dan menduduki peringkat 136 secara nasional. Dengan jumlah penduduk 889.798 jiwa, Pamekasan memiliki 123.460 penduduk miskin, yang menunjukkan penurunan turun 2,35%. Garis kemiskinan di Pamekasan berada di angka Rp 467.493,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Pamekasan adalah Rp 25,42 juta per tahun dengan pertumbuhan 6,64%.
Kabupaten Probolinggo
Probolinggo memiliki persentase kemiskinan yang lebih tinggi, yaitu 16,45%, menempatkannya di peringkat 80 secara nasional. Kabupaten ini memiliki 197.110 jiwa penduduk miskin dan mengalami pertumbuhan negatif turun 3,86%. Jumlah penduduk Kabupaten Probolinggo tercatat 1.190.453 jiwa. Garis kemiskinan di Probolinggo mencapai Rp 537.724,00 per kapita per bulan, salah satu yang tertinggi di antara kabupaten yang dibandingkan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 38,54 juta per tahun dengan pertumbuhan 7,03%.
Kabupaten Sumenep
Kabupaten Sumenep memiliki persentase kemiskinan 17,78% dan menduduki urutan ke-67 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Sumenep mencapai 196.420 jiwa, menunjukkan penurunan turun 4,7%. Kabupaten Sumenep memiliki jumlah penduduk 1.140.957 jiwa. Garis kemiskinan di Sumenep sebesar Rp 506.569,00 per kapita per bulan. Sementara itu, pendapatan per kapita di Sumenep tercatat Rp 39,22 juta per tahun dengan pertumbuhan 4,65%.
Kabupaten Tuban
Kabupaten Tuban memiliki persentase kemiskinan sebesar 14,36%, berada di peringkat 109 secara nasional. Tuban memiliki 171.240 penduduk miskin dengan penurunan turun 3,39%. Jumlah penduduk di Tuban adalah 1.261.691 jiwa. Garis kemiskinan di Tuban tercatat Rp 488.131,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Tuban adalah Rp 71,10 juta per tahun, dengan pertumbuhan 5,84%.