Kementerian LHK: Jumlah Hotspot di Indonesia Capai 536 Dalam 24 Jam Terakhir (Rabu, 11 Februari 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 11/02/2026 11:47 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 536 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 132 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Rabu (11/2/2026) pukul 11.47 WIB. Dari 536 titik panas terdeteksi, 39 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 467 titik skala sedang, dan 30 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Dua Bulan Banjir Sumatra, 1.204 Orang Meninggal Dunia dan 140 Hilang (Selasa, 27 Januari 2026))

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Riau sebanyak 346 titik. Kepulauan Riau menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 37 titik. Kepulauan Bangka Belitung berada di posisi ketiga sebanyak 26 titik panas.

Sebanyak 19 titik panas terdeteksi di Maluku Utara, Sumatera Utara menyusul dengan 18 titik panas, serta Aceh dan Jambi masing-masing memiliki 15 dan 14 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Provinsi di Indonesia yang Paling Sering Dilanda Banjir hingga Akhir 2025)

Data Stories Terkini

Data Populer

Loading...