Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat semester 2025 sebesar 4,61 persen. Angka ini turun 0,71 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 5,32 persen, dengan penurunan pertumbuhan mencapai 13,35 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini juga tercatat 13.520 jiwa, berkurang 1.730 jiwa dari periode tahun lalu.
(Baca: Inflasi Tahunan Kabupaten Mukomuko Juni 2026 Mencapai 3,76%)
Selama periode 2005 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 14,93 persen. Catatan terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Secara ranking nasional, posisi Kabupaten Dharmasraya bergeser dari peringkat 276 pada tahun 2005 hingga berada di urutan 445 se-Indonesia pada data terbaru.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 5,16 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 5,54 persen. Penurunan tahun 2025 ini menjadi penurunan terbesar sejak tahun 2022. Secara ranking pulau Sumatera, wilayah ini berada di urutan 138 dari seluruh kabupaten kota di pulau tersebut.
Dibandingkan wilayah lain dengan tingkat kemiskinan berdekatan di Sumatera Barat, penurunan persentase kemiskinan Dharmasraya termasuk lebih besar dibandingkan sebagian besar wilayah tetangga. Hanya Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung yang mencatat penurunan sedikit lebih besar dengan angka 10,9 persen pada periode yang sama.
Kota Bukit Tinggi
Berada di peringkat 483 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 3,78 persen dengan penurunan sebesar 7,35 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 5.460 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 685,82 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 98,59 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 4,28 persen.
Kota Padang Panjang
(Baca: Statistik Persentase Pekerja Setengah Menganggur Periode 2015-2025)
Peringkat 427 se-Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 4,97 persen dengan penurunan 6,40 persen. Terdapat 2.900 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, garis kemiskinan sebesar 660,71 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 84,09 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan tahunan 3,65 persen.
Kota Padang
Menduduki peringkat 486 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 3,63 persen dengan penurunan mencapai 10,59 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 37.380 jiwa, menjadi jumlah tertinggi dibandingkan seluruh wilayah dalam daftar perbandingan ini. Garis kemiskinan berada di 767,62 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 92,10 juta rupiah per tahun.
Kota Pariaman
Pada urutan 480 ranking nasional, persentase kemiskinan tercatat 3,83 persen dengan penurunan tahunan 10,09 persen. Tercatat 3.630 jiwa penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, dengan batas garis kemiskinan sebesar 634,30 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini mencapai 73,26 juta rupiah per tahun.
Kota Payakumbuh
Berada di peringkat 429 se-Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 4,95 persen dengan penurunan sebesar 4,62 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 7.370 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 674,81 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 66,04 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 3,47 persen.
Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung
Menduduki peringkat 421 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 5,15 persen dengan penurunan tahunan mencapai 10,9 persen. Terdapat 13.550 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan terendah di daftar ini yaitu 574,99 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 54,11 juta rupiah per tahun.