Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat tahun 2025 sebesar 4,61 persen. Angka ini turun 0,71 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 5,32 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 13,35 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 13.520 jiwa, berkurang 1.730 jiwa dari tahun 2024.
(Baca: Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Jawa Timur Tertinggi pada 2025)
Selama periode 2005 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 14,93 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 14,76 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 16,64 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Dharmasraya secara nasional berada di urutan 445 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dalam kurun 20 tahun terakhir, ranking wilayah ini terus bergeser membaik dari urutan 276 tahun 2005 hingga posisi saat ini. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir adalah 5,16 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 5,54 persen.
Kota Bukit Tinggi
Berada di ranking nasional 483, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 3,78 persen dengan penurunan sebesar 7,35 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 5.460 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 685,82 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 98,59 juta rupiah per tahun.
Kota Padang Panjang
Persentase kemiskinan tercatat 4,97 persen dengan penurunan 6,40 persen, menempati ranking nasional 427. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini adalah 2.900 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 660,71 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 84,09 juta rupiah per tahun.
(Baca: Angka Melek Huruf Usia Lebih dari 15 Sulawesi Utara Tertinggi pada 2025)
Kota Padang
Ranking nasional 486, persentase kemiskinan di wilayah ini adalah 3,63 persen dengan penurunan 10,59 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 37.380 jiwa, menjadi jumlah tertinggi dibanding wilayah lain dalam daftar perbandingan. Garis kemiskinan ditetapkan 767,62 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 92,10 juta rupiah per tahun.
Kota Pariaman
Persentase kemiskinan sebesar 3,83 persen dengan penurunan 10,09 persen, menempati ranking nasional 480. Jumlah penduduk miskin tercatat 3.630 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 634,30 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 73,26 juta rupiah per tahun.
Kota Payakumbuh
Berada di ranking nasional 429, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 4,95 persen dengan penurunan 4,62 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 7.370 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan 674,81 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 66,04 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sawahlunto/sijunjung
Persentase kemiskinan sebesar 5,15 persen dengan penurunan 10,90 persen, menempati ranking nasional 421. Jumlah penduduk miskin tercatat 13.550 jiwa, nilai yang sangat dekat dengan Kabupaten Dharmasraya. Garis kemiskinan berada di angka 574,99 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita 54,11 juta rupiah per tahun.