Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data jumlah desa dan kelurahan tercover sinyal 2G tipe EDGE dan GPRS di Provinsi Lampung hingga akhir tahun 2025. Sepanjang periode catatan 2018 sampai 2025, jumlah wilayah tercover sinyal ini tercatat terus mengalami penurunan tanpa ada periode kenaikan sama sekali. Pada tahun 2025, tercatat hanya 24 desa yang masih memiliki cakupan sinyal 2G, angka ini menjadi nilai terendah sepanjang catatan. Dibandingkan tahun 2024, terjadi penurunan sebesar 10 desa dengan persentase penurunan sebesar 29,41 persen.
(Baca: Update 2024: Jumlah Usaha Mikro Kecil di Jawa Timur)
Tren penurunan cakupan sinyal 2G Lampung berlangsung konsisten selama 5 tahun berturut-turut. Rata-rata penurunan selama 3 tahun terakhir mencapai 36,99 persen per tahun, sementara rata-rata penurunan selama 5 tahun terakhir tercatat lebih besar yakni 41,84 persen per tahun. Angka ini menunjukkan bahwa laju penurunan cakupan sinyal 2G sedikit melambat dalam 3 tahun terakhir dibandingkan periode 5 tahun sebelumnya. Puncak jumlah cakupan sinyal 2G terjadi pada tahun 2018 dengan total 383 desa tercover, yang juga menjadi titik awal penurunan berkelanjutan hingga saat ini.
Dari sisi peringkat, Lampung menempati urutan ke 7 dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera pada tahun 2025 untuk indikator ini. Secara nasional, Lampung berada di peringkat 22 dari seluruh provinsi di Indonesia. Periode 5 tahun terakhir menunjukkan penurunan peringkat secara bertahap, dari awalnya berada di peringkat 4 wilayah Sumatera dan peringkat 10 nasional pada tahun 2018, terus merosot hingga posisi saat ini. Tidak ada satupun periode dalam catatan yang menunjukkan peningkatan peringkat maupun peningkatan jumlah desa tercover.
Kalimantan Utara
Provinsi Kalimantan Utara mencatat 16 desa tercover sinyal 2G pada tahun tercatat, dengan pertumbuhan sebesar 12,5 persen dibandingkan periode sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat 8 di Pulau Kalimantan dan peringkat 25 secara nasional. Berbeda dengan Lampung, wilayah ini mencatat kenaikan jumlah cakupan di periode terakhir, dengan selisih penambahan sebanyak 2 desa dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata penurunan wilayah ini selama periode pengamatan lebih rendah dibandingkan angka penurunan Lampung.
Papua Barat
Papua Barat mencatat 22 desa dengan cakupan sinyal 2G pada periode terakhir, mengalami penurunan sebesar 4,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat 2 di Pulau Papua dan peringkat 24 secara nasional. Nilai cakupan wilayah ini hanya sedikit lebih rendah dibandingkan angka Lampung tahun 2025. Meskipun masih terjadi penurunan, laju penurunan di Papua Barat jauh lebih lambat dibandingkan rata-rata penurunan yang dialami Provinsi Lampung sepanjang periode pengamatan.
Jawa Timur
(Baca: 10,14% Penduduk di Kabupaten Bombana Masuk Kategori Miskin)
Jawa Timur menempati peringkat 2 di Pulau Jawa dengan nilai 21 desa tercover sinyal 2G, berada di peringkat 21 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 14,29 persen pada periode terakhir, dengan penambahan sebanyak 3 desa tercover dibandingkan tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan positif ini menjadi salah satu yang terbaik diantara seluruh provinsi pada periode yang dicatat, sangat kontras dengan tren penurunan berkelanjutan yang terjadi di Provinsi Lampung.
Gorontalo
Provinsi Gorontalo memiliki nilai cakupan sinyal 2G sebesar 24 desa pada periode terakhir, sama persis dengan angka yang dicatatkan Provinsi Lampung. Wilayah ini menempati peringkat 3 di Pulau Sulawesi dan peringkat 22 secara nasional, memiliki peringkat nasional yang sama persis dengan Lampung. Dibandingkan tahun sebelumnya, Gorontalo mencatat penurunan sedikit sebesar 7 desa dengan persentase penurunan sebesar 21,21 persen, laju penurunan yang sedikit lebih lambat dibandingkan Lampung pada periode yang sama.
Maluku
Maluku mencatat 28 desa tercover sinyal 2G pada periode terakhir, menempati peringkat 2 di wilayah Pulau Maluku dan peringkat 20 secara nasional. Nilai ini lebih tinggi 4 desa dibandingkan angka yang tercatat di Lampung. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 24,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebanyak 9 desa tercover. Secara peringkat nasional, Maluku berada 2 tingkat di atas Lampung untuk indikator cakupan sinyal 2G tahun 2025.
Sumatera Barat
Sumatera Barat mencatat 29 desa tercover sinyal 2G pada tahun tercatat, menempati peringkat 5 di Pulau Sumatera dan peringkat 19 secara nasional. Nilai ini 5 desa lebih tinggi dibandingkan angka Lampung tahun 2025, dengan peringkat wilayah Sumatera 2 tingkat di atas posisi Lampung. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 39,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya, laju penurunan yang lebih besar dibandingkan penurunan Lampung pada periode yang sama.