KLHK Deteksi 492 Hotspot di Indonesia, Terbanyak di Kalimantan Barat (Senin, 16 Maret 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 16/03/2026 11:47 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 492 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 219 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Senin (16/3/2026) pukul 11.47 WIB. Dari 492 titik panas terdeteksi, 27 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 443 titik skala sedang, dan 22 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Data Jumlah Rumah Terendam Akibat Bencana Alam di RI pada 2014-2014)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Barat sebanyak 213 titik. Kalimantan Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 56 titik. Riau berada di posisi ketiga sebanyak 31 titik panas.

Sebanyak 25 titik panas terdeteksi di Bengkulu, Sulawesi Selatan menyusul dengan 25 titik panas, serta Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah masing-masing memiliki 22 dan 15 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Jumlah Kejadian Bencana Alam di Provinsi-Provinsi Pulau Jawa 2020-2024)

Data Populer

Loading...