Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan 26 orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (13/3/2026).
Ia diduga melakukan pemerasan terhadap satuan kerja di lingkungan pemerintahan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, untuk keperluan tunjangan hari raya (THR) sejak Lebaran 2025.
"Jadi ini sudah berulang, pun jika tahun ini tidak tertangkap tangan, kemungkinan besar juga berikutnya menjadi hal yang akan diulangi," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Sabtu (14/3/2026).
Asep menjelaskan, kasus bermula dari laporan pengaduan masyarakat. Bupati Cilacap disebut memerintahkan Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono untuk mengumpulkan uang guna keperluan pemberian THR pribadi dan pihak-pihak eksternal.
Pihak eksternal yang dimaksud adalah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di lingkungan Pemkap Cilacap.
Lalu pada 14 Maret 2026, KPK mengumumkan Samsyul dan Sadmoko sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Cilacap tahunanggaran 2025-2026.
Merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Samsyul memiliki total kekayaan Rp12,03 miliar pada 2026.
Laporan tersebut disampaikan ke KPK pada 19 Januari 2026, saat ia menjabat sebagai kepala daerah.
Sebagian besar hartanya berupa dua bidang tanah dan bangunan senilai Rp8,15 miliar yang tersebar di Cilacap.
Samsyul juga tercatat memiliki alat transportasi senilai Rp1,4 miliar, kas dan setara kas Rp1,29 miliar, harta lainnya Rp1,05 triliun, dan harta bergerak lainnya Rp360 juta.
Adapun transportasi yang dilaporkan berupa dua unit mobil, yakni Toyota minibus (2021) dan Toyota SUV (2024).
Sampai akhir 2025, bupati Cilacap yang tertangkap OTT ini memiliki utang sebesar Rp215,61 juta.
Berikut rincian harta kekayaan Syamsul Auliya Rachman pada 2025 yang tercatat dalam LHKPN KPK:
- Tanah dan bangunan: Rp8.150.000.000
- Alat transportasi: Rp1.400.000.000
- Kas dan setara kas: Rp1.295.400.782
- Harta lainnya: Rp1.050.000.000
- Harta bergerak lainnya: Rp360.000.000
- Utang: -Rp215.610.000
- Total kekayaan: Rp12.039.790.782.
(Baca: Terjaring OTT KPK, Segini Harta Kekayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq)