Waspada! Siang Ini Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi (Senin, 16 Maret 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Senin (16/3/2026) pukul 11.09 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok hanya sekali erupsi.
Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak (1.723 meter di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 6,3 milimeter dan durasi 40 detik.
(Baca: Hanya Ada 12 Wilayah yang Lulus Standar Kualitas Udara WHO 2024)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 16 Maret 2026 pukul 00.00-23.59 WITA menunjukkan terjadi 9 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 5,9-11,5 milimeter dan lama gempa 36-55 detik.
Kemudian, 98 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1,6-8,7 milimeter dan lama gempa 26-51 detik serta 1 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 1,4 milimeter s-p 1,1 detik dan lama gempa 20 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 1.040 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (554 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 28 kali.
(Baca: Kualitas Udara Indonesia Terburuk di ASEAN pada 2022)