Jumlah pekerja di Kabupaten Flores Timur mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Kondisi yang berbeda terlihat usai covid dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 146,85 ribu pekerja kemudian jumlahnya turun menjadi 145,04 ribu pekerja pada tahun 2025.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Ketapang | 2024)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Flores Timur pada Desember 2025, bertambah 2,78% menjadi 6,36% dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) terus bergerak naik dengan laju peningkatan lebih tinggi dibandingkan dengan semester sebelumnya.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Flores Timur dalam tiga tahun terakhir menurun. Secara historis, tahun 2023 tercatat 152,63 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 158,66 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 151,76 ribu pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 81 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2%.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Flores Timur tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 2,69 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 3,18 persen.
Data Kependudukan di Kabupaten Flores Timur:
Jumlah penduduk di Kabupaten Flores Timur tercatat 291,41 ribu jiwa data per 2024. Angka ini dalam 13 tahun berturut-turut terus mengalami kenaikan. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) jumlah penduduk di wilayah ini sebesar 2,63%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang tercatat 0,75%.
(Baca: Desember 2025, Jumlah Penduduk Miskin di Jambi 261,25 Ribu Jiwa)
Menurut nominalnya dibandingkan dengan wilayah lain se-provinsi Nusa Tenggara Timur, kabupaten/kota ini berada di urutan delapan, sementara jika dilihat menurut pulau, kabupaten/kota ini ada di urutan 21.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Flores Timur pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 13,45 ribu jiwa (4,62%)
- Umur 5-9 tahun 23,85 ribu jiwa (8,18%)
- Umur 10-14 tahun 27,32 ribu jiwa (9,37%)
- Umur 15-19 tahun 28,69 ribu jiwa (9,84%)
- Umur 20-24 tahun 28,57 ribu jiwa (9,8%)
- Umur 25-29 tahun 25,2 ribu jiwa (8,65%)
- Umur 30-34 tahun 20,99 ribu jiwa (7,2%)
- Umur 35-39 tahun 19,41 ribu jiwa (6,66%)
- Umur 40-44 tahun 18,33 ribu jiwa (6,29%)
- Umur 45-49 tahun 17,21 ribu jiwa (5,91%)
- Umur 50-54 tahun 16,39 ribu jiwa (5,62%)
- Umur 55-59 tahun 14,72 ribu jiwa (5,05%)
- Umur 60-64 tahun 12,14 ribu jiwa (4,16%)
- Umur 65-69 tahun 9,43 ribu jiwa (3,24%)
- Umur 70-74 tahun 6,97 ribu jiwa (2,39%)
- Umur lebih dari 75 tahun 8,76 ribu jiwa (3,01%)