Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Ketapang tahun 2024 mencapai 171139 rupiah. Nilai ini turun sebesar 10,1 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatat pengeluaran tertinggi selama tujuh tahun terakhir sebesar 190335 rupiah per kapita setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun dengan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 dan peningkatan terbesar tercatat pada tahun 2023.
(Baca: Desember 2025, Jumlah Penduduk Miskin di Jambi 261,25 Ribu Jiwa)
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas. Pada tahun 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang 12,5 persen dari total pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Ketapang yang mencapai 1371630 rupiah per bulan. Nilai ini juga setara dengan 22,3 persen dari seluruh pengeluaran kategori makanan masyarakat daerah tersebut. Untuk kategori pengeluaran lain, masyarakat Kabupaten Ketapang mengeluarkan rata-rata 149134 rupiah per bulan untuk rokok dan tembakau, serta 78348 rupiah untuk sabun mandi setiap bulannya.
Berdasarkan perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang berada di peringkat ke tujuh untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya. Di atas Kabupaten Ketapang secara berurutan adalah Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Sintang. Kota Pontianak mencatat pengeluaran tertinggi seprovinsi dengan nilai 326038 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024.
Selama tujuh tahun pengamatan, pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kabupaten Ketapang hanya tercatat turun sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 2019, 2021 dan 2024. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2023 dengan kenaikan sebesar 30,1 persen dari tahun sebelumnya. Terjadi anomali pada tahun 2023 dimana peningkatan pengeluaran melampaui rata-rata pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang hanya mencapai 5,2 persen setiap tahunnya. Penurunan pada tahun 2024 juga merupakan penurunan terbesar kedua setelah penurunan yang terjadi pada tahun 2021.
Kota Pontianak
Kota Pontianak secara konsisten menempati peringkat pertama seluruh kabupaten kota di Kalimantan Barat untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita masyarakat kota ini mencapai 2086950 rupiah per bulan, dengan pengeluaran makanan mencapai 894519 rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 1192431 rupiah. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di Kota Pontianak mencapai 23,9 persen pada tahun 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua seprovinsi setelah Kabupaten Kapuas Hulu.
(Baca: 18,25% Penduduk di Kabupaten Bangkalan Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Sambas
Kabupaten Sambas menempati peringkat kedua untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024 dengan nilai 285566 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 22,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu peningkatan tertinggi seprovinsi. Total pengeluaran masyarakat Kabupaten Sambas tahun 2024 tercatat sebesar 1185794 rupiah per kapita per bulan, dan menempati peringkat ke tiga belas untuk total pengeluaran keseluruhan seprovinsi.
Kabupaten Sintang
Kabupaten Sintang berada di peringkat keenam untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024 dengan nilai 182967 rupiah per kapita per bulan, hanya sedikit di atas nilai Kabupaten Ketapang. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran masyarakat Kabupaten Sintang tahun 2024 mencapai 1461426 rupiah per kapita per bulan, menempati peringkat ketiga untuk total pengeluaran keseluruhan di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Barat.
Kabupaten Sekadau
Kabupaten Sekadau mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi seprovinsi pada tahun 2024 dengan peningkatan sebesar 31,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini mencapai 189417 rupiah per kapita per bulan, dan menempati peringkat keempat seprovinsi. Total pengeluaran makanan masyarakat Kabupaten Sekadau tahun 2024 mencapai 836762 rupiah per kapita per bulan, menempati peringkat kedua untuk kategori pengeluaran makanan seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Barat.