Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Lampung Tengah pada 2024 sebesar 10,37 persen, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 10,65 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 137.410 jiwa dari total penduduk 1.385.711 jiwa.
Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin berkurang 2.880 jiwa dengan pertumbuhan -2,05 persen. Secara peringkat, Kabupaten Lampung Tengah berada di urutan ke-59 di Pulau Sumatera dan urutan ke-229 secara nasional.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Jayapura Periode 2004 - 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Lampung Tengah. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 22,09 persen, sedangkan terendah pada 2024 yaitu 10,37 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 12,53 persen, dan pertumbuhan terendah pada 2013 turun 10,63 persen. Rata-rata persentase kemiskinan dalam tiga tahun terakhir adalah 11,01 persen, dan dalam lima tahun terakhir adalah 11,36 persen.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Lampung yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Lampung Tengah menunjukkan penurunan. Kabupaten lain seperti Lampung Barat, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang dan Way Kanan juga menunjukkan penurunan angka kemiskinan.
Kabupaten Lampung Barat
Kabupaten Lampung Barat memiliki persentase kemiskinan 10,68 persen, sedikit lebih tinggi dari Lampung Tengah. Jumlah penduduk miskin di sana tercatat 33.430 jiwa dengan penurunan 3,74 persen. Jumlah penduduknya 312.376 jiwa. Garis kemiskinan di Lampung Barat adalah Rp 563.531 per kapita per bulan dan pendapatan per kapita mencapai Rp 31,34 juta per tahun. Kabupaten ini menempati urutan ke-219 secara nasional dalam persentase kemiskinan.
Kabupaten Pesawaran
Kabupaten Pesawaran mencatatkan persentase kemiskinan 11,86 persen, dengan 55.010 jiwa penduduk miskin. Terjadi penurunan kemiskinan sebesar 7,22 persen. Jumlah penduduk Pesawaran adalah 494.183 jiwa. Pendapatan per kapita di Pesawaran adalah Rp 43,30 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan berada di angka Rp 524.588 per kapita per bulan. Kabupaten ini menduduki peringkat ke-179 dalam skala nasional untuk persentase kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bulungan Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Pringsewu
Kabupaten Pringsewu memiliki persentase kemiskinan yang lebih rendah yaitu 8,32 persen dan berada di urutan 295 secara nasional. Jumlah penduduk miskinnya tercatat 34.420 jiwa, mengalami penurunan sebesar 8,46 persen. Dengan jumlah penduduk 442.049 jiwa, pendapatan per kapita di Pringsewu mencapai Rp 35,55 juta per tahun, dan garis kemiskinan sebesar Rp 583.425 per kapita per bulan.
Kabupaten Tanggamus
Kabupaten Tanggamus memiliki tingkat kemiskinan 10,28 persen. Jumlah penduduk miskin di Tanggamus mencapai 64.220 jiwa dengan penurunan sebesar 1,47 persen. Kabupaten ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 638.652 jiwa, pendapatan per kapita Rp 31,62 juta per tahun dan garis kemiskinan Rp 496.000 per kapita per bulan. Tanggamus menduduki peringkat ke-232 secara nasional dalam persentase kemiskinan.
Kabupaten Tulang Bawang
Kabupaten Tulang Bawang memiliki persentase kemiskinan 7,88 persen, terendah dibandingkan kabupaten lain yang berdekatan. Jumlah penduduk miskinnya adalah 37.460 jiwa, sedikit menurun sebesar 0,98 persen. Jumlah penduduk Tulang Bawang mencapai 436.038 jiwa, dengan pendapatan per kapita yang cukup tinggi, yakni Rp 67,72 juta per tahun dan garis kemiskinan Rp 560.324 per kapita per bulan. Secara nasional, kabupaten ini menduduki peringkat ke-313 dalam hal persentase kemiskinan.
Kabupaten Way Kanan
Kabupaten Way Kanan mencatatkan persentase kemiskinan 10,43 persen dengan 48.880 jiwa penduduk miskin, sedikit menurun sebesar 4,64 persen. Jumlah penduduk Way Kanan adalah 493.071 jiwa. Pendapatan per kapita di Way Kanan mencapai Rp 38,65 juta per tahun dan garis kemiskinan Rp 464.717 per kapita per bulan. Kabupaten ini berada di urutan ke-228 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan.