Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Jayapura mengalami sedikit kenaikan. Pada tahun 2024, persentasenya mencapai 11,6 persen, meningkat tipis dari 11,45 persen pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin menjadi 15.210 jiwa dari total penduduk 203.152 jiwa.
Dibandingkan dengan kabupaten lain di Pulau Papua, Kabupaten Jayapura berada di urutan ke-40 dalam persentase kemiskinan. Secara nasional, posisinya berada di peringkat ke-188. Pertumbuhan persentase kemiskinan tercatat sebesar 1,31 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan jumlah penduduk miskin yang mencapai 2,01 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sarolangun Periode 2004 - 2024)
Secara historis, persentase kemiskinan di Kabupaten Jayapura cenderung fluktuatif dalam dua dekade terakhir. Persentase tertinggi terjadi pada tahun 2006 dengan 31,05 persen, sementara terendah pada tahun 2023 dengan 11,45 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2005 dengan 8,77 persen, dan penurunan terdalam terjadi pada tahun 2008 dengan -29,47 persen. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan saat ini sedikit lebih rendah, namun lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024).
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Papua yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Jayapura berada di antara Kota Jayapura (10,72 persen) dan Kabupaten Keerom (15,84 persen). Kabupaten Biak Numfor memiliki persentase kemiskinan lebih tinggi (23,46 persen), sementara Kabupaten Sarmi mencatatkan 14,05 persen.
Kabupaten Biak Numfor
Kabupaten Biak Numfor memiliki 23,46 persen penduduk miskin, menempati urutan ke-41 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.940 jiwa dari total 149.476 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka Rp677.65 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit menurun turun 0,3 persen, sementara pertumbuhan jumlah penduduk miskin meningkat tipis 0,67 persen. Pendapatan per kapita tercatat Rp46,47 juta per tahun.
Kota Jayapura
Kota Jayapura memiliki persentase kemiskinan 10,72 persen dan berada di posisi ke-215 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 33.840 jiwa dari total populasi 404.351 jiwa. Garis kemiskinan sangat tinggi, mencapai Rp1,17 juta per kapita per bulan, menempati urutan pertama secara nasional. Pertumbuhan persentase kemiskinan 2,1 persen dan jumlah penduduk miskin 3,2 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya Rp94,66 juta per tahun, tetapi pertumbuhan ekonomi hanya 3,71 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lebong Periode 2005 - 2024)
Kabupaten Keerom
Kabupaten Keerom memiliki persentase kemiskinan 15,84 persen, menempati urutan ke-87 secara nasional. Jumlah penduduk miskin adalah 9.520 jiwa dari 70.823 jiwa penduduk. Garis kemiskinan di Keerom adalah Rp832.76 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit naik sebesar 1,02 persen, sejalan dengan pertumbuhan penduduk miskin sebesar 2,15 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya Rp56,36 juta per tahun, dan merupakan yang tertinggi kedua setelah Kota Jayapura, dengan pertumbuhan mencapai 5,68 persen.
Kabupaten Sarmi
Kabupaten Sarmi mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 14,05 persen, menduduki peringkat ke-120 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 5.870 jiwa dari total 44.200 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp653.43 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakatnya adalah Rp88,75 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sangat besar 6,36 persen, dan pertumbuhan jumlah penduduk miskin lebih besar lagi, 7,71 persen.